Close Menu
    info terkini

    Nama Hilang dari Daftar Korban Banjir, Warga Alue Ie Mirah Datangi Kantor Keuchik

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > 12.000 Warga Chechnya Siap Dikirim ke Rusia Bantu Presiden Putin di Medan Perang Ukraina
    Internasional

    12.000 Warga Chechnya Siap Dikirim ke Rusia Bantu Presiden Putin di Medan Perang Ukraina

    RedaksiFebruary 26, 2022
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Internasional | Ribuan pria dari Chechnya bersedia menawarkan bantuan kepada angkatan bersenjata Rusia. Pernyataan itu diungkapkan Pemimpin Republik Chechnya Ramzan Kadyrov saat militer Moskow melakukan serangan hari kedua di Ukraina. Pada Jumat (25/2/2022).

    12.000 sukarelawan lokal berkumpul di alun-alun pusat ibukota regional, Grozny. Kadyrov memberi tahu publikasi “Chechnya Sevodnya” tentang rapat umum mereka, yang diselenggarakan untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Kremlin dan kesiapan mereka membantu tujuannya.

    “Ini adalah sukarelawan yang siap berangkat untuk operasi khusus kapan saja untuk mengamankan negara dan rakyat kami,” tegas Kadyrov kepada Chechnya Sevodnya.

    Baca Juga:

    • Nama Hilang dari Daftar Korban Banjir, Warga Alue Ie Mirah Datangi Kantor Keuchik
    • Dari Lapangan Kayu ke Lantai Es: Anak Aceh Buktikan Prestasi Tak Mengenal Batas
    • Titik Terang Masa Depan Fiskal dan Politik Aceh: Otsus 2,5 Persen dan Revisi UUPA Rampung Agustus 2026
    • Usai Dihantam Banjir dan Longsor, PLN Aceh Timur Giliran Padamkan Listrik Demi Perawatan Jaringan
    • Harga Bahan Baku Melonjak, Produsen Tempe Aceh Timur Pilih Kecilkan Ukuran

    Dia menambahkan, “Tidak ada pasukan yang akan dikerahkan sampai Panglima Tertinggi Putin memberi perintah lanjutkan.”

    Menurut Menteri Kebijakan Nasional Chechnya, Akhmed Dudayev, tujuan dari kongregasi itu adalah menunjukkan bagaimana kesiapan pasukan untuk mengikuti perintah dan mempertahankan tanah air mereka.

    “Itu adalah pemeriksaan personel,” papar Dudayev menjelaskan kepada RBK, “Pemeriksaan kesiapan personel untuk melaksanakan perintah panglima tertinggi, presiden negara, Vladimir Vladimirovich Putin.”

    Dalam pidato yang dia berikan kepada prajurit yang berkumpul di Grozny tengah, Kadyrov menuntut agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta maaf kepada Putin.

    “Mengambil kesempatan ini, saya ingin memberikan saran kepada Presiden Zelensky saat ini agar dia menelepon Presiden kita, Panglima Tertinggi Vladimir Vladimirovich Putin, dan meminta maaf karena tidak melakukannya lebih cepat,” ujar dia.

    “Lakukan untuk menyelamatkan Ukraina. Minta maaf dan setujui semua persyaratan yang diajukan Rusia. Ini akan menjadi langkah yang paling benar dan patriotik baginya,” papar pemimpin Chechnya itu.

    Moskow menggelar “operasi militer khusus” di Ukraina pada dini hari Kamis pagi, dengan maksud demiliterisasi dan “de-nazifikasi” negara itu. Sebelumnya, Rusia menuduh bahwa pemerintah Kiev bertanggung jawab atas delapan tahun genosida dalam perang negara itu di wilayah Donbass.

    Saat hari kedua serangan hampir berakhir, sebagian besar militer Ukraina telah lumpuh, dengan bandara, pusat komunikasi, infrastruktur pertahanan, dan pangkalan militer rusak dalam serangkaian serangan udara Rusia. Pada Jumat, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kiev telah “menghilang” setelah memilih Warsawa sebagai tempat mengadakan negosiasi dengan Moskow.

    “Zelensky mengatakan dia siap untuk membahas status netral Ukraina. Awalnya, Putin mengatakan bahwa tujuan operasi itu adalah untuk membantu Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk, termasuk melalui demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

    Dan ini, pada kenyataannya, merupakan komponen integral dari status netral,” ujar Peskov. Lihat Juga: Paus Fransiskus Mendadak Datangi Kedutaan Besar Rusia di Vatikan (sya) chechnyaperang rusiaperang rusia ukrainaperang rusia vs ukrainakonflik ukraina vs rusia 170 Total Shares Mungkin Anda Suka

    Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Sabtu, 26 Februari 2022 – oleh Syarifudin dengan judul “12.000 Warga Chechnya Siap Dikirim Rusia di Medan Perang Ukraina”.

    Harian Aceh Kabar Aceh Timur kabar internasional
    Demo
    Demo
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo
    Demo
    Highlights

    Nama Hilang dari Daftar Korban Banjir, Warga Alue Ie Mirah Datangi Kantor Keuchik

    zakariaApril 17, 2026

    Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Puluhan warga Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten…

    Dari Lapangan Kayu ke Lantai Es: Anak Aceh Buktikan Prestasi Tak Mengenal Batas

    April 17, 2026

    Titik Terang Masa Depan Fiskal dan Politik Aceh: Otsus 2,5 Persen dan Revisi UUPA Rampung Agustus 2026

    April 17, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Terkini

    Nama Hilang dari Daftar Korban Banjir, Warga Alue Ie Mirah Datangi Kantor Keuchik

    April 17, 2026
    Terpopuler

    Cara Cek Status Desil JKA 2026 Online

    April 5, 20261,435
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.