Infoacehtimur.com | Aceh – SUNGGUH miris nasib penyintas banjir di kawasan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Selain rumah hancur, lahan sawah tertimbun, dan areal kebun tertutup longsor, aktivitas perekonomian mereka terganggu luar biasa.
Banjir bandang yang melanda Sumatra pada 24-27 November 2025 telah menyebabkan kerusakan parah pada badan jalan dan jembatan di jalur Kabupaten Aceh Timur ke-Kecamatan Pining, Pasir Putih, Kabupaten Gayo Lues, Kerusakan ini telah membuat akses dua kabupaten ini tertutup dan terputus total.
Kepala Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kamaruddin, menyatakan bahwa pasokan beras dari Aceh Timur untuk Kecamatan Pining telah terhenti total. Warga Desa Pasir Putih telah lebih dari dua bulan hidup dengan bantuan bahan pokok dari donatur swasta dan pemerintah.
Baca Juga: Jalur Gayo Lues-Aceh Timur Diperbaiki, Sistem Buka Tutup
Baca Juga: Tanah Longsor di Tujuh Lokasi Menutup Ruas Jalan Peunaron – Lokop – Gayo Lues
Dari 43 km jarak antara Serbajadi-Pining, 20 km di antaranya hancur parah dan tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4. Kerusakan paling parah berada di antara Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, dan Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi.
Akibatnya, puluhan ton hasil bumi di Kecamatan Pining, seperti pisang, kemiri, kakao, dan palawija lainnya, tidak bisa diangkut untuk dipasarkan ke Aceh Timur dan ke daerah lainnya.
Koordinator Relawan Lintas Komunitas, Hadityo, mendorong pemerintah untuk segera menurunkan alat berat untuk memperbaiki akses jalan. “20 km harus jalan kaki karena belum bisa lewat mobil dan motor, serta jalurnya sangat terjal,” ujarnya.
Sumber: mediaindonesia.com

