Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Jembatan penghubung antara Gampong Lhee dan Gampong Naleung, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, tak kunjung terwujud setelah 4 tahun ambruk. Padahal DPR RI, DPRA, hingga Bupati Aceh Timur pernah datang melihat langsung kondisi jembatan tersebut.
Pantauan, Rabu (22/9/2026), akses penghubung di kawasan Simpang Lhe Naleung itu masih putus total. Warga terpaksa mengandalkan rakit mandiri untuk menyeberang. Setiap hari, masyarakat harus bertaruh keselamatan demi beraktivitas.
“Diperkirakan sudah masuk empat tahun sejak jembatan ambruk. Sudah banyak yang datang kemari, melihat-lihat dan mengambil dokumentasi, kemudian pulang. Sampai saat ini belum ada progres pembangunan jembatan,” keluh warga di atas rakit.
Menurut warga, persoalan ini sudah diketahui semua tingkatan pemerintahan. Mulai dari Pemkab Aceh Timur, DPRK Aceh Timur, hingga DPRA dan DPR RI sudah turun ke lokasi. Namun kunjungan hanya sebatas kunjungan, tanpa realisasi pembangunan.
Baca Juga: Jembatan Jambo Lubok Memprihatinkan, Warga Minta Pemkab Aceh Timur Segera Lakukan Perbaikan
Rakit yang digunakan merupakan milik warga bernama Junaidi. Dalam sekali seberang, rakit kayu itu mampu mengangkut hingga 10 sepeda motor. Warga dipungut biaya Rp5.000 per motor, dan anak sekolah Rp2.000.
Bagi warga kecil, biaya itu menjadi beban tambahan. Lebih miris, naik rakit pun tak aman.
“Pernah motor kami jatuh dan tenggelam saat melintas. Itu sudah kami rasakan,” ungkapnya.
Warga mengaku sudah bosan dengan janji pejabat.
“Kami sudah bosan menanti pembuatan jembatan untuk kami lewati. Kepada pemerintah, baik di Aceh Timur maupun Provinsi Aceh, kami sudah jenuh berharap dengan janji para pejabat,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah berhenti hanya datang untuk dokumentasi, tapi segera membangun jembatan.
“Kalau memang peka dengan kondisi kami, masyarakat jangan hanya datang mengambil dokumentasi lalu pulang tanpa ada perubahan pada kami, masyarakat kecil ini,” tutupnya.

