Aftahurriza menyebut jembatan tersebut masuk wilayah daerah pemilihannya. “Pasca banjir Aceh, hampir tiap minggu saya dapat laporan dari warga. Mereka minta saya lobi pemerintah agar segera bangun jembatan permanen. Kalau belum bisa, minimal jembatan gantung. Atau seburuk-buruknya, dibantu satu rakit agar pemilik sampan tidak lagi sibuk setiap hari membantu anak sekolah menyeberang,” ujarnya.
Menanggapi keluhan itu, NADHIRAH PIC BNPB perwakilan Aceh Timur menyatakan pihaknya akan segera mengajukan permohonan pembangunan jembatan gantung.
“Untuk menjawab kebutuhan mendesak ini, kami akan segera ajukan. Jika memang segenting itu, saya pribadi siap mengeluarkan dana pribadi dan membantu Pak Aftahurriza Dekda agar warga tidak terus kesulitan,” kata Nadhirah.
Baca Juga: Jembatan Penyeberangan Rusak, Warga Terpaksa Naik Rakit
Baca Juga: Bupati Alfarlaky Resmikan Jembatan Beile di Aceh Timur
BPBD Aceh Timur menyebut asesmen untuk perbaikan darurat atau permanen 13 jembatan yang rusak berat masih terus berjalan. Namun bagi warga Darul Ihsan, janji dan asesmen tak cukup. Mereka butuh kepastian kapan anak-anak bisa kembali sekolah tanpa harus menyeberang sungai dengan sampan.
“Kita cuma minta anak-anak aman ke sekolah. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tutup warga tersebut.

