Infoacehtimur.com, Aceh Timur – Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Zulfahmi, S.H., kembali menegaskan bahwa perbankan, khususnya Bank Aceh Syariah, harus memberikan relaksasi kredit kepada masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur. Hal ini mengingat bulan suci Ramadhan yang akan datang dan kondisi ekonomi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan.
“Relaksasi kredit bukan pilihan, tapi kewajiban moral dan sosial perbankan,” tegas Zulfahmi. Ia menambahkan bahwa jika Bank Aceh Syariah tidak memberikan relaksasi kredit, maka DPRK Aceh Timur akan mendorong pemindahan rekening gaji ASN dan transaksi keuangan ke bank lain yang lebih memiliki empati dan keberpihakan kepada rakyat.
Zulfahmi menekankan bahwa kebijakan relaksasi kredit bukan berarti menghapus kewajiban, tapi memberikan ruang bernapas bagi masyarakat untuk bangkit kembali secara ekonomi. “Jangan sampai bank daerah yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi rakyat Aceh justru abai dalam situasi darurat,” ujarnya.
Baca Juga: Zulfahmi: Harap Partai Aceh Terus Melahirkan Semangat Baru
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, diharapkan memiliki sense of crisis yang kuat terhadap bencana yang melanda masyarakat. Kehadiran pimpinan tertinggi Bank Aceh di lokasi bencana harus diiringi dengan langkah-langkah konkret dan cepat.
Namun Bank Aceh Syaria’h sendiri hanya memeberikan relaksasi kredit kepada nasabah sektor KUR/ UMKM berupa penundaan pembayaran angsuran selama tiga bulan. Namun, ASN dan pensiunan korban bencana hanya bisa mengakses program Pembiayaan Multiguna Peduli Bencana Hidrometeorologi dengan suku bunga rendah dan jangka waktu pengembalian hingga 75 tahun.

