Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Puluhan warga Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur mendatangi kantor Keuchik, Rabu (15/4/2026). Mereka kecewa setelah nama mereka tak tercantum dalam data korban banjir tahap kedua yang ditempel di papan informasi Meunasah Gampong setempat.
Data itu sebelumnya dipasang Pemerintahan Gampong Alue Ie Mirah untuk uji publik, sesuai arahan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. Namun, sejumlah warga yang mengaku sudah mendaftar sebagai korban terdampak justru tidak menemukan namanya.
Mereka langsung mempertanyakan kejelasan data tersebut dan meminta didaftarkan ulang ke posko bencana di Aula Pendopo Bupati Aceh Timur.
Menanggapi hal itu, Keuchik Alue Ie Mirah, Romi Syahputra, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengumumkan lewat pengeras suara Masjid agar warga terdampak segera mendaftar ke kantor Keuchik.
“Kami sudah mengumumkan berulang kali melalui toa Masjid di waktu yang berbeda. Warga yang datang mendaftar itulah yang kami input datanya,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Bawa Mendagri Tito Karnavian ke Tenda Pengungsi Banjir Aceh Timur
Baca Juga: Berikut, Daftar Nama Penerima Bantuan BRA 15 Miliar di Aceh Timur
Romi menambahkan, seluruh data yang dikumpulkan desa sudah diserahkan ke Kantor Camat Indra Makmu untuk proses lebih lanjut ke tingkat kabupaten. “Ironisnya, setelah data itu kembali ke Desa dan ditempel untuk uji publik, ternyata ada warga yang sebelumnya mendaftar tetapi namanya tidak tercantum,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Romi yang juga Ketua Forum Keuchik Indra Makmu menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan akan mendatangi langsung Posko bencana di Pendopo Bupati Aceh Timur.
“Kami akan berkoordinasi langsung agar warga yang sebelumnya sudah mendaftar bisa didata kembali sebagai korban banjir,” katanya.
Ia menduga persoalan ini terjadi akibat miskomunikasi atau kesalahan data (mis data) dan menegaskan pihaknya tidak menyalahkan pihak mana pun. “Kami berharap ada solusi terbaik agar persoalan ini tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat,” tutupnya.

