Infoacehtimur.com | Nasional — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyiapkan 36 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan beroperasi di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia pada 2026.
Program ini melibatkan warga binaan untuk ikut memasak sekaligus mendapatkan upah. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan dan persiapan reintegrasi sosial bagi narapidana.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, total ada 70 titik dapur MBG yang disiapkan di lapas dan rutan seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 36 dapur sudah berada di tahap akhir pembangunan.
Baca Juga: Senjata Api Pistol dalam Sel Napi Narkoba Lapas Lhoksukon
Baca Juga: Obat Terlarang Hingga Kondom Ditemukan di Lapas Lhoksukon Aceh Saat Dilakukan Razia
“Sekarang ini progres pembangunan dapur sudah 90 persen. Mudah-mudahan akhir Mei sudah operasi,” ujar Mashudi di Jakarta, Kamis 7/5/2026.
Dapur MBG dibangun di lahan milik lapas dengan luas sekitar 350–400 meter persegi. Pelaksanaan program dilakukan di berbagai lokasi, termasuk lapas percontohan seperti Sukamiskin, Batulicin, dan Bengkulu.
Mekanisme kerja sama dilakukan resmi dengan pembayaran PNBP oleh Badan Gizi Nasional kepada negara.
Program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi. Warga binaan juga dilatih agar memiliki keterampilan memasak, disiplin, dan tanggung jawab.
Hingga kini, puluhan dapur telah dibangun dan ratusan warga binaan mengikuti pelatihan. Ke depan, program MBG di lapas diharapkan berjalan optimal, memenuhi standar kebersihan, serta menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

