Infoacehtimur.com | Aceh – Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo bersama perantau Gayo melakukan perbaikan swadaya terhadap ruas Jalan Enang-enang yang rusak akibat bencana meteorologi. Badan jalan yang tertutup longsor berhasil dibuka dan kini sudah bisa dilalui kendaraan.
Ruas Jalan Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Jalan ini jalur penghubung penting Aceh Tengah – Bener Meriah menuju pesisir Bireuen. Jembatan Enang-enang yang jadi bagian jalur masih rusak.
Bencana terjadi sejak enam bulan terakhir. Perbaikan swadaya dan pembersihan material longsor dilakukan hingga Rabu, 27 Mei 2026. Hingga tanggal itu badan jalan sudah bisa dilalui, tapi struktur jembatan belum diperbaiki.
Warga Pintu Rime Gayo, masyarakat Gayo di perantauan, seorang mantan mukim yang menjual kebun kopi seluas 1 rante untuk donasi. Donasi juga mengalir lewat jaringan keluarga dan komunitas Gayo di luar daerah.
Baca Juga: Warganet Terkejut Lihat Pria di Aceh Modifikasi Motor Sport MT-25 Jadi Becak
Baca Juga: Pangdam IM Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kodim Persiapan Kabupaten Aceh Timur
Belum ada penanganan signifikan dari pemerintah selama 6 bulan, sementara kerusakan jalan mengganggu ekonomi. Material longsor menutup badan jalan dan mengancam Jembatan Enang-enang. Akibatnya biaya angkut hasil pertanian naik, harga jual kopi turun, mobilitas warga terhambat.
Warga menggalang dana sukarela untuk menyewa ekskavator. Dana perantau Gayo disebut “sangat membantu membuka kembali akses jalan”. Dengan alat berat, timbunan tanah dibersihkan dan badan jalan diperbaiki secara gotong royong.
“Meski jauh, perhatian mereka tetap untuk kampung halaman. Bantuan itu sangat membantu membuka kembali akses jalan,” ujar tokoh masyarakat setempat.
“Saya melakukan ini bukan untuk mencari pujian. Jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Sudah terlalu lama terputus,” kata mantan mukim pendonor.
Pemerintah pusat dan daerah segera menangani kerusakan Jembatan Enang-enang agar jalur penghubung utama kawasan Gayo berfungsi normal kembali. Jalan Enang-enang merupakan jalur peninggalan kolonial Belanda yang vital untuk distribusi barang dan mobilitas.
Sumber: Wartatrans.com

