Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Di tengah gencarnya penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mencatatkan capaian positif. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan di Aceh Timur mengalami penurunan signifikan selama satu tahun terakhir.
Berdasarkan publikasi Aceh Dalam Angka 2026, jumlah penduduk miskin di Aceh Timur turun dari 60,86 ribu jiwa atau 13,26 persen pada 2024 menjadi 52,23 ribu jiwa atau 11,24 persen pada 2025. Artinya, sekitar 8,63 ribu jiwa atau hampir 2 persen berhasil terangkat dari kemiskinan dalam kurun waktu satu tahun.
Turun di Tengah Tantangan Banjir
Penurunan ini menjadi catatan penting mengingat Aceh Timur sepanjang tahun terakhir berulang kali dilanda banjir. Bencana tersebut berdampak pada ribuan warga, merusak sektor pertanian, infrastruktur, dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, justru di tengah situasi tersebut indikator kesejahteraan menunjukkan tren membaik. Hal ini dinilai sebagai sinyal bahwa berbagai program pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata.
Baca Juga: BPJamsostek & Pemkab Aceh Timur Sepakat Menekan Kemiskinan Esktrim
Baca Juga: Buka TMMD di Alue Canang, Bupati Aceh Timur Tegaskan Kemanunggalan TNI-Rakyat Pondasi Pembangunan
Dorongan Ekonomi Rakyat dan Perlindungan Sosial
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak hanya fokus pada penanganan bencana. Sejumlah upaya terus didorong, seperti penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, peningkatan pelayanan publik, dan program perlindungan sosial.
“Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan dan pembangunan daerah tetap berjalan meski dihadapkan pada berbagai tantangan,” ujar salah satu sumber di lingkungan pemerintah daerah.
Modal Awal Percepat Pengentasan Kemiskinan
Meski masih berada pada angka 11,24 persen, capaian ini menjadi modal penting bagi Aceh Timur untuk mempercepat pengurangan kemiskinan pada tahun-tahun mendatang.
Bagi masyarakat, data BPS ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan warga. Sementara bagi pemerintah daerah, capaian tersebut menjadi tantangan untuk menjaga tren positif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas dan merata di seluruh Aceh Timur.

