Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Rajuman, 25, warga Gampong Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, masih menjalani perawatan intensif di RSU Fauziah sejak dirujuk 16 Mei 2026 akibat penyakit bocor usus. Di tengah perjuangan medis itu, keluarganya terhimpit biaya. Sang ayah, Nurdin 42, mengaku gajinya di PT. Bumi Flora belum dibayarkan selama 5 bulan terakhir.
Kisah pilu itu disampaikan Nurdin kepada wartawan, Selasa 17/6/2026. Ia bersama istri, Halimah, harus bolak-balik mendampingi Rajuman yang sudah menerima 16 kantong darah. Kebutuhan 3 kantong darah lagi masih mendesak.
Rajuman pertama kali dilarikan ke RSUD Zubir Mahmud pada 18 April 2026 pukul 22.00 WIB. Karena kondisi memburuk, ia dirujuk ke RSU Fauziah 28 April 2026 pukul 00.00 WIB. Setelah sempat kembali ke RSUD Zubir Mahmud, Rajuman kembali dirujuk ke RSU Fauziah 16 Mei 2026 dan menjalani perawatan intensif hingga kini.
Baca Juga: TKW asal Aceh Timur Meninggal Dunia di Malaysia, Diduga Akibat Sakit
Baca Juga: Jalan Hancur, Warga Tandu Orang Sakit Ramai-ramai di Aceh Timur
Diagnosa medis: Post re-Laparotomi. Selama perawatan, Rajuman sudah mendapat 16 kantong darah. “Yang sangat dibutuhkan sekarang 3 kantong lagi,” kata Nurdin.
Sebagai tulang punggung keluarga 6 anak, Nurdin mengaku lumpuh secara ekonomi. Ia bekerja sebagai karyawan disalah satu PT di bidang kebun sawit, tapi hak gaji 5 bulan terakhir belum dibayarkan.
“Saya berharap perusahaan dapat segera membayarkan gaji kami. Saat ini saya sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan anak saya,” ujar Nurdin penuh harap.
Ia menyebut persoalan ini tidak hanya menimpanya. Sedikitnya 30 karyawan PT. Itu lain juga mengalami keterlambatan gaji selama 5 bulan.
Keluarga telah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Sosial Aceh Timur pada 20 Mei 2026 kepada Bupati Aceh Timur melalui Dinas Sosial Idi atas nama Rajuman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari dinas terkait.
“Permohonan sudah kami ajukan, tapi belum ada kabar. Sementara biaya rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari terus berjalan,” ungkap Nurdin.
Di rumah sederhana, Halimah setia mendampingi Rajuman masa pemulihan. Bagi Nurdin, gaji yang tertunda bukan sekadar upah, tapi harapan untuk biaya pengobatan anak dan kebutuhan hidup 6 anaknya.

