Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Sebanyak 150 insan pers dari berbagai organisasi dan platform media se-Aceh Timur berkumpul di Hotel Royal Idi, Rabu (29/7/2026).
Mereka hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Peran Media dalam Pembangunan Aceh Timur” yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si.
Suasana diskusi berlangsung hangat. FGD ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang tukar gagasan antara Pemkab Aceh Timur dengan wartawan yang selama ini menjadi mitra penyampai informasi ke masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky mengapresiasi kehadiran para jurnalis. Ia menilai forum ini sangat strategis.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan saran dan pendapat teman-teman jurnalis,” kata Bupati.
“Banyak hal yang mungkin tidak sempat kami lihat langsung di lapangan, tetapi teman-teman wartawan dapat menjangkaunya hingga ke pelosok. Informasi itu sangat penting sebagai bahan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat,” tambahnya.
Bupati menegaskan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi, termasuk peran media sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
Ia juga memastikan Pemkab Aceh Timur terbuka terhadap kritik.
“Kami tidak pernah menutup ruang kritik. Kritik yang konstruktif justru kami butuhkan. Yang perlu dibedakan adalah kritik dengan fitnah atau caci maki. Kritik yang baik adalah kritik yang memberikan solusi,” tegasnya.
Al-Farlaky juga membantah adanya “pemilahan” terhadap wartawan di Aceh Timur.
“Kami tidak pernah memola wartawan. Semua wartawan memiliki kedudukan yang sama. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bukan milik seorang bupati, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Timur,” ujarnya.
Menariknya, Bupati mengaku memahami dunia jurnalistik karena pernah berkarier sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia yang berada di bawah Kompas Gramedia Group.
Pengalaman itu membuatnya paham betul tugas dan tanggung jawab jurnalis di lapangan.
Usai sambutan, Bupati membuka sesi dialog. Berbagai kritik, masukan, dan usulan dari peserta didengar langsung.
Ia menyebut semua masukan itu sebagai “vitamin” bagi pemerintah untuk menyempurnakan arah pembangunan.
“Silakan terus berkreasi sesuai profesi masing-masing. Kami membutuhkan pemikiran, saran, dan kritik yang konstruktif agar arah pembangunan Aceh Timur ke depan semakin baik dan berpihak kepada masyarakat,” pungkas Mantan Jurnalis Serambi Indonesia itu.

