Infoacehtimur.com, Jakarta Selatan – Pemulihan sektor pelayanan kesehatan masyarakat akibat dampak bencana hidrometeorologi november 2025 senantiasa diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menuju Kameneterian Kesehatan RI pada Rabu (19/8/2026). Selain pemulihan, usulan dilakukan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.
Ia mengagendakan pertemuan Menteri Kesehatan RI, namun disambut oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, karena “Pak Menkes” sedang berada di Nusa Tenggara Timur menangani bencana Alam.
Tak sia-sia, pertemuan dengan Wamenkes di Ruang Rapat 215, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan itu membuahkan hasil alokasi dana pemulihan fasilitas kesehatan di aceh timur dengan total Rp 46,7 Miliar.
Anggaran tersebut diperuntukkan oleh Kemenkes RI untuk RSUD Zubir Mahmud, RSUD Sultan Abdul Aziz Syah, dan puskesmas.
Selain membawa usulan pemulihan fasilitas kesehatan, Al-Farlaky juga meminta dukungan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur.
Usulan tersebut disetujui Wamenkes untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Al-Farlaky, kebutuhan laboratorium kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Timur, khususnya dalam mendukung pemeriksaan dan pelayanan medis.
Ia mengapresiasi perhatian Kementerian Kesehatan terhadap kebutuhan daerah, terutama setelah sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana.

