Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Meski karnaval HUT RI ke-81 sudah berlalu, gema kemenangan SMK Negeri 1 Idi masih terasa sampai hari ini.
Sekolah vokasi kebanggaan Aceh Timur itu sukses memborong prestasi di ajang Lomba Alegoris dan Karnaval tingkat Kabupaten. SMKN 1 Idi keluar sebagai Juara 1 Lomba Alegoris sekaligus Juara 2 Lomba Alegoris dan Juara 2 Lomba Karnaval.
Lomba Alegoris dan Karnaval tingkat Kabupaten Aceh Timur digelar meriah pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pesertanya adalah pelajar dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Aceh Timur.
Alegoris adalah lomba yang menyampaikan pesan melalui simbol, lambang, dan kiasan visual. Bukan sekadar atraksi, tapi adu kreativitas dan makna.
Dan di sinilah SMKN 1 Idi bersinar.
Kepala SMKN 1 Idi, Azwar Malik Rangkuti, S.Pd merinci hasil yang diraih anak didiknya:
1. Juara 1 Lomba Alegoris dengan nilai 450
2. Juara 2 Lomba Alegoris dengan nilai 440
3. Juara 2 Lomba Karnaval dengan nilai 443. Selisih tipis 1 angka dari SMA Negeri 1 Idi yang jadi Juara 1 dengan nilai 444.
“Lomba Alegoris dan Karnaval ini dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” ujar Azwar.
Bagi Azwar, raihan 3 piala ini bukti nyata kekompakan siswa SMKN 1 Idi.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa SMKN 1 Idi lebih kompak. Ini berkat kerja sama yang baik dan kekompakan yang ditunjukkan dalam mengikuti perlombaan tersebut,” katanya.
Ia mengapresiasi kerja keras para siswa dan guru pembimbing. “Terima kasih saya ucapkan kepada anak-anak kami dan para guru pembimbing hingga berhasil mempersembahkan hasil yang terbaik,” ucap Azwar.
Meski kegiatan ini bersifat seremonial, Azwar menilai siswa telah menunjukkan kemampuan maksimal.
“Selamat kepada anak-anak kami yang telah meraih juara. Semoga tahun depan bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Sehingga SMKN 1 Idi bukan saja dikenal juara di bidang akademik, tapi juga mampu menorehkan hasil terbaik di bidang non-akademik,” pungkasnya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti di tanggal 17 Agustus. Ia terus hidup dalam karya, kreativitas, dan kebanggaan anak-anak Aceh Timur.

