Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Hingga kini warga di Kecamatan Birem Bayeun dan Rantau Selamat, tepatnya di Gampong Buket dan Gampong Alue Punti, masih menjerit. Kamis (17/9/2026).
Titi penghubung antar desa yang menjadi akses utama mereka putus total sejak banjir besar melanda Aceh beberapa waktu lalu. Hingga hari ini, belum ada perbaikan dari Pemerintah Aceh maupun pemerintah setempat.
Akibatnya, aktivitas warga lumpuh. Untuk sekadar menyeberang, warga harus menggunakan getek (rakit) sederhana yang sangat berisiko, terutama saat membawa hasil kebun dan anak sekolah.
“Dari pasca banjir di Aceh sampai sekarang, titi penghubung Kec. Birem Bayeun – Kec. Rantau Selamat – Kpg. Alue Punti terputus. Belum ada perbaikan yang dilakukan. Kami merasakan sulitnya hubungan antar desa dan melakukan aktivitas karena terputusnya titi, harus menyeberang melalui getek yang sederhana,” tulis warga melalui laporan ke redaksi.
Baca Juga: Terobos Pedalaman, Bupati Al-Farlaky Serahkan Getek Penyeberangan di Simpang Jernih
Baca Juga: Nyawa Siswa Simpang Jernih Aceh Timur dalam Ancaman Arus Sungai
“Kami sebagai masyarakat ingin sekali ada pembangunan. Kami mohon perbaikan dan pembangunan dari Pemerintah Aceh atau pemerintah setempat,” harap warga.
Warga berharap Pemkab Aceh Timur dan Pemerintah Aceh segera turun tangan. Titi tersebut adalah nadi perekonomian warga. Jika dibiarkan putus, warga akan terus terisolasi dan ekonomi gampong akan mati.

