Infoacehtimur.com – Warga Desa Julok Rayeuk Selatan (JRS), Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan maraknya serangan satwa liar yang diduga harimau sumatera. Pasalnya, sudah lebih dari 10 ekor sapi milik warga di kawasan perkebunan PTPN dilaporkan mati akibat diterkam dan dimangsa harimau.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya di area perkebunan. Warga mendesak agar instansi berwenang segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan konflik satwa liar tersebut.
Sebelumnya, pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memang telah menurunkan tim ke lokasi serta memasang kamera pengintai (camera trap). Kendati demikian, warga menilai langkah tersebut belum cukup meredam ancaman yang ada.
“Harapan kami ada penanganan lebih lanjut, seperti pemindahan satwa atau pemasangan perangkap seperti yang pernah dilakukan pada 2025 lalu,” ujar Fadli, mengutip Bithe.co, Sabtu (10/10/2026).
Masyarakat berharap ada penanganan yang lebih serius dan konkrit, seperti evakuasi atau pemindahan satwa liar ke habitat lain, maupun pemasangan perangkap atau kandang jebak (box trap) seperti yang pernah diterapkan pada penanganan kasus serupa sebelumnya.
Warga berharap langkah sigap ini bisa segera direalisasikan agar aktivitas berkebun dan keamanan ternak mereka kembali terjamin.

