Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Namanya pelanggan air bersih, tapi yang mengalir justru pengeluaran. Itulah yang dirasakan Muhammad (31), warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Sudah hampir tiga bulan keran air di rumahnya kering dan berkarat, tidak mengalir sama sekali. Padahal ia rutin membayar tagihan PDAM Tirta Peusada.
“Sebulan habis Rp 1.500.000 cuma untuk beli air. Ini PDAM-nya nggak jelas,” ujar Muhammad kesal sambil menunjukkan surat terbuka yang ia tulis, Rabu (21/10/2026).
Akibat air PDAM tak mengalir, Muhammad terpaksa membeli air tangki dari luar seharga Rp 70.000 per ton setiap hari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Total pengeluarannya untuk air bersih bisa mencapai Rp 1,5 juta per bulan.
Baca Juga: DPRK Aceh Timur Desak PDAM Perbaiki Layanan Air Bersih
Baca Juga: Pelanggan PDAM Wilayah Madat Aceh Timur Keluhkan Air Keruh dan Tidak Jernih
“Bayangkan, setelah bayar mahal-mahal biaya pemasangan PDAM, air tidak disalurkan. Saya jadi dua kali mengeluarkan pengeluaran, harus beli air lagi,” tuturnya.
Muhammad berharap ada perubahan setelah Pj Bupati Aceh Timur memanggil Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, beserta jajarannya pada Rabu (14/10/2026) lalu. Namun, hingga kini belum ada perbaikan layanan.
Ia pun mengajukan tuntutan tegas. Jika air tidak segera normal, ia meminta PDAM memberikan kompensasi berupa penggratisan layanan selama tiga bulan setelah normal kembali.
“Masyarakat ini kan dirugikan, maka dari itu harus ada kompensasi untuk khalayak ramai. PDAM harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Berikut isi surat terbuka Muhammad untuk PDAM Tirta Peusada:
Assalamualaikum Wr Wb
Sehubungan dengan tidak adanya penyaluran air PDAM bagi pengguna di Kecamatan Idi Rayeuk dan sekitarnya selama hampir tiga bulan, saya selaku pelanggan meminta agar penyaluran air segera dinormalkan, dan/atau menuntut layanan PDAM digratiskan selama tiga bulan setelah normal sebagai bentuk kompensasi atas buruknya pelayanan selama ini.
Mohon keseriusannya agar layanan dapat kembali normal secepat mungkin.
Terima kasih, Wassalam.

