Close Menu
    info terkini

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
      • DPRK Aceh Timur
    • Nasional
      • Beasiswa
    • Internasional
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Sadarkah Warga Ranto ? Pedulikah Pemerintah ? Apa Yang ‘Mereka Berdua’ Biarkan ?
    Aceh Timur

    Sadarkah Warga Ranto ? Pedulikah Pemerintah ? Apa Yang ‘Mereka Berdua’ Biarkan ?

    RedaksiMarch 13, 2022
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    EDITORIAL – Peristiwa kecelakaan yang menyebabkan para korban meregang nyawa bersama api ledakan sumur minyak di Ranto Peureulak tersorot dengan beragam sudut pandang oleh masyarakat aceh, khususnya aceh timur.

    Minyak sebagai Sumber Daya Alam yang mendatangkan rahmat ialah sebuah kepastian. Namun, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara benar memiliki pengaruh besar bagi keselamatan ikhtiar para pengais rezeki.

    Tak elak seperti pengendara motor pada malam hari yang lebih selamat dengan lampu kendaraan yang memadai, begitu pula keselamatan kerja bagi para pengebor sumur minya di Ranto Peureulak.

    Sebagai manusia berakal sehat dan berhati sadar, bahwa sangat patut untuk disayangkan jika upaya perbaikan tata kelola sumur minyak Ranto Peureulak hanya diperbincangkan ketika terjadi ‘peristiwa mematikan’ saja.

    Foto: kebakaran sumur minyak di Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur pada 11 Maret 2022.(dok.istimewa)

    Bukan hanya kali ini di bulan Maret 2022, namun sebelumnya telah beberapa kali terjadi insiden yang merenggut nyawa warga yang bekerja di ladang minyak tersebut.

    SDA sebagai rahmat bagi warga yang menggantungkan sumber pendapatan pada sumur minyak tersebut telah disadari mulai dari bocah umur Sekolah Dasar (SD) yang mengutip sisa rembesan minyak, pekerja sebagai kuli angkut minyak, tukang pengebor, pemodal alat pengeboran, hingga pemerintah dan wakil rakyat (DPR).

    Mereka semua sadar akan keselamatan kerja pengeboran minyak, sebagaimana mereka sadar betapa beruntung bumi Peureulak dengan kandungan alamnya.

    Namun apa yang menyebakan warga pekerja pengeboran minyak itu seolah menyepelekan keselamatan jiwanya sendiri ?

    Apa yang membuat pemerintah seolah tertahan untuk menciptakan tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) yang baik bagi masyarakatnya ?

    Tata kelola kelompok tani bisa menjadi contoh ‘jiplak’ ringan untuk membuka sudut pandang sadar bagi pekerja pengeboran dan pemangku kebijakan di Bumi Serambi Mekkah.

    Terbersit dalam kepala sebagian kecil publik Aceh Timur, bahwa kelompok tani mampu dibina dengan menyediakan ‘pemandu’ untuk menyuluh setiap tanaman yang dibudidayakan petani.

    Sejurus dengan tata kelola potensi pertanian, sudah selayaknya pemerintah selaku Pemimpin Negeri dapat mampu mendatangkan kebijakan dan solusi terkait tata kelola sumur minyak Ranto Peureulak secara lebih baik, lebih selamat, lebih aman, dan lebih menguntungkan warga Ranto Peureulak.

    Kilas peristiwa kecelakaan di sumur minyak Ranto Peureulak: pada 25 April 2018 terjadi kebakaran sumur minyak di Desa Pasir Putih, Ranto Peureulak yang menimbulkan korban meninggal dunia sebanyak 21 orang dan 39 orang mengalami luka-luka. (Badan Penanggulangan Bencana Aceh)

    Foto: Semburan gas setelah kebakaran sumur minyak Rantau Peureulak pada maret 2018.(laman web resmi BPBA)

    Korban meninggal dunia itu menghadap maha kuasa, bukanlah untuk menjemput solusi bagi perbaikan tata kelola SDA minyak Bumi Ranto.

    Sangatlah kolot jika solusi didatangkan berdasarkan jumlah korban, maupun tingkat kerusakan.

    Maka tak perlu menanyakan “Butuh berapa nyawa lagi ? Agar warga bisa lebih sadar akan keselamatan kerja. Butuh berapa insiden lagi ? Supaya pemerintah lebih mengupayakan kebijakan bagi kemaslahatan pemanfaatan rahmat tuhan.

    Setelah insiden Jumat malam pada 11 maret 2022 ini, warga pekerja mampu mengambil ‘mauidhah’ sebagai pelajaran dari kecelakaan yang merenggut nyawa temannya, tetangganya itu.

    Pemerintah harus lebih kencang ‘mempacu’ kinerjanya untuk menghadirkan kebijakan pengelolaan bagi kemaslahatan pemanfaatan rahmat dari allah Ta’ala.

    Bupati Aceh Timur Pemerintah Aceh Ranto Peureulak sumur minyak peureulak
    Highlights

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    ridhaFebruary 9, 2026

    Infoacehtimur.com – Kondisi Aceh ditengah masa pemulihan bencana diketahui kian hari kian membaik. Ribuan desa…

    Orang Tua Korban Keracunan MBG di Aceh Timur Layangkan Somasi

    February 8, 2026

    RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur Sukses Lakukan Operasi Cyto Pertama

    February 8, 2026
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    INFO this WEEK

    Salah Satu Warga Aceh Timur Tertangkap, BNN Amankan Ratusan Kg Barang Bukti Narkotika

    February 5, 2026

    Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM, Masuk 5 Besar Calon Wakil Presiden 2029

    February 4, 2026

    DPRK Aceh Timur Panggil Lembaga Kredit: “Jangan Cari Keuntungan Lebih Ditengah Penderitaan Rakyat”

    February 5, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Terkini

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    February 9, 2026
    Terpopuler

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026705
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.