Adapun pembangunan Huntara skema komunal menunjukkan progres sebanyak 201 unit, dengan 102 unit telah rampung sepenuhnya. Material bangunan telah tersedia untuk 85 komunal, serta pematangan lahan sedang berlangsung di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi.
Bupati Al-Farlaky menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar angka penyelesaian, tetapi juga memastikan kualitas bangunan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Kami minta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Huntara ini bukan sekadar bangunan, tapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana,” tegasnya.
Baca Juga: Pemukiman Warga Rantau Panjang Simpang Jernih di Pelosok Hulu Sungai Tamiang Porak-poranda
Secara kumulatif, Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak, yakni 1.541 unit, disusul sejumlah kecamatan lain seperti Rantau Peureulak, Serba Jadi, dan Simpang Jernih.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan pengawasan lapangan akan terus ditingkatkan agar pembangunan Huntara berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat,” demikian tutup Bupati Al- Farlaky.

