Connect with us

Aceh

Kepemimpinan dan 7 Kebutaan

Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang lain dalam suatu kegiatan dengan proses komunikasi untuk mencapai tujuan bersama.

Published

on

Kepemimpinan dan 7 Kebutaan

Oleh: Nurliza, S.Kes

*Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

            Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi orang lain dalam suatu kegiatan dengan proses komunikasi untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinanjuga bisa dikatakan dengan suatu seni mengarahkan dan mengatur individua tau masyarakat supaya bisa bekerjasama unuk mencapai tujuan bersama yang telah di sepakati.

            Kebutaan adalah ketidak mampuan kita melihat apa yang tidak dapat kita lihat, hanya ingin melihat apa yang bisa kita lihat. Kebutaan kepemimpinan adalah ketidak mampuan kita untuk mengarah kanseluruh anggota untuk mencapai tujuan.

            Untuk menjadi seorang pemimpin, perlu untuk terus melakukan pembelajaran agar kita menyadari kebutaan yang ada pada diri kita. Kebutaan menjadi sikap yang memang sudah ada pada pemimpin. Ada 7 kebutaan menurut Peter Senge yaitu:

  1. Buta Karena Posisi Sendiri

            Buta karena posisi sendiri merupakan kemampuan pribadi kita dalam mengendalikan ego. Sifat ini timbul karena kita merasa lebih berkuasa, lebih pintar, lebih mengerti, lebih hebat, lebih senior dan lebih berhak untuk mengambil keputusan karena jabatan atau derajatnya lebih tinggi dari pada orang lain. Hal ini sering kita lihat di dalam sebuah tim kerja yang terkadang pemimpin tidak mau percaya dan menerima pendapat orang lain bahkan mungkin pendapat orang lain lebih benar sehingga karna sifat pemimpin yang merasa lebih segalanya dan seakan-akan organisasi cuma milik pribadi saja bukan kepentingan kelompok.

            Contoh: seorang kepala Puskesmas yang terlalu berikap ego karna jabatan yang dimiliki dan merasa mengerti segalanya. Namun saat terjadi permasalahan menganggap orang lain atau bawahanya tidak perlu memberi pendapat karena menganggap tidak mengerti mengenai permasalahan yang ada. Ia menganggap pendapatnya lebih benar dan pendapatnya harus bisa di terima oleh semua pihak karena merasa memiliki wewenang yang lebih besar.

  • Buta Akan Kelemahan Sendiri

            Buta akan kelemahan sendiri adalah ketidak mampuan melihat diri sendiri bersalah. Menganggap kesalahan berasal dari olang lain atau orang lain sebaga ipenyebabnya, hal itu terjadi karena ingin menutupi kelemahannya atau karena tidak tahu bahwa diri sendiri yang bersalah. Pemimpin seperti ini selalu mengkambing hitamkan orang lain supaya bisa menutupi kesalahan yang diperbuat dan tidak di anggap bersalah.

            Contoh: ketua tim yang merasa tidak puas dengan pencapaian kerja anggotanya. Ia menganggap anggotanya tidak bekerja secara maksimal, bermalah-malasan, dan bekerjasaat deadline saja. Namun realita anggota tim telat bekerja secara maksimal malahan mereka sampai lembur untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab. Sebagai ketua tim jangan hanya bisa menyalahkan anggotanya, bukan hanya diam dan menunggu hasil tetapi juga ikut bekerjasama dengan anggotanya.

  • Buta Karena Bertindak Cepat

           Buta karena bertidak cepat adalah sikap terlalu cepat mengambil keputusan pemecahan masalah yang terlalu cepat, tidak mempertimbangkan pendapat orang lain, dan tidak mampu mencaritahu secara menyeluruh penyebab permasalahan sehingga menimbulkan masalah baru dan kemungkinan sulit diatasi.

            Contoh: perawat yang memeberikan resepn obat kepada pasien yang berkunjung kerumah sakit tanpa ada persetujuan dari dokter. Hal tersebut bisa saja salah misalnya salah dalam pemberian obat atau pun salah dalam menakar dosis yang . Hal tersebut bisa saja menjadi masalah baru. Padahal pasien berkunjung kerumah sakit untuk bisa sembuh tetapi karena masalah tersebut menimbulkan masalah baru yang lebih komplek untuk diselesaikan.

  • Buta Akar Masalah

Buta akar masalah adalah ketidak mampuan mengetahui sumber permasalahan padahal masalah tersebut sudah sering kali terjadi namun penyelesain pada masalah yang baru muncul tetapi masalah yang sudah ada tidak diselesaikan.

            Contoh: Tenaga kesehatan yang hanya fokus pada tindak ankuratif jika ada masalah tentang kesehatan. Misalnya di desa a terjadi wabah penyakit malaria, tenaga kesehatan hanya melakukan tindakan kuratif terhadap pasien yang terpapar penyakit. Padahal jika masalah tersebut muncul sebaikanya tenanga kesehatan melakukan upaya promotive dan preventif untuk memutus matarantai penyakit sehingga mengurangi terjadinya masalah kesehatan tersebut.

  • Buta Akan Perubahan Masalah

            Buta akan perubahan masalah merupakan membiarkan masalah yang kecil berkembang menjadi masalah yang besar kemudian semakin sulit diselesaikan, membiarkan masalah berlarut-larut sehingga terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya. Masalah yang kecil berkembang menjadi besar biasanya terjadi karena keseringan menunda-nundapenyelesaian kemudian dalam waktu untuk penyelesain masalah menjadi terbatas dan tidak akan terselesaikan sepenuhnya.

            Contoh: tenaga kesehatan yang mengeluh karna tidak ada pergantian shift kerja dan kurang istirahat. Namun keluhan tersebut diabaikan oleh atasan karena menganggap tidak ada resiko yang akan ditimbulkan. Lalu terjadi insiden kecelakaan pada tenaga kesehatan seperti tertusuk jarum pada saat penyuntikan, hal tersebut menjadi resiko kerja bagi perawat dan penularan penyakit.

6. ButaKarena SelaluMengandalkanPengalaman

         Buta karena selalu mengandalkan pengalaman adalah ketidak mampuan diri untuk menyelesaikan masalah karena merasa senior dan berpengalaman mengatasi masalah. Sikap seperti ini biasanya terjadi karena pemimpin merasa lebih tahu dan telah mengalami berbagai permasalahan sehingga merasa orang lain tidak mengerti penyelesaiannya.

            Contoh: seorang tenaga kesehatan yang merasa lebih senior karena lebih lama dalam masa kerjadi bandingkan dengan tenaga kesehatan fresh graduate. Ia menganggap tenaga kesehatan lulusan baru tidak paham dengan sistem manajemen yang ada. Ia merasa lulusan baru hanya mempelajari teori saja tidak mengerti tindakan yang sesuai dengan kejadian di lapangan.

7. Buta Perbedaa Anggota Tim

           Buta perbedaan anggota tim adalah ketidakmampuan dalam mengatasi pebedaanan anatar anggota tim karena ada ikatan yang kuat di antara anggota tim, sehingga jika terjadi perbedaan pendapat terjadi keputusan yang terpaksa karena hanya mengikuti pendapat terbanyak.

            Contoh: semua anggota tim memiliki kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapat dan pendapat di antara anggota tim pastinya berbeda-beda. Namum beberapa anggota tim terpaksa menerima pendapat yang menjadi mayoritas di dalam tim supaya tidak terjadi pertentangan.

            Dari 7 kebutaan dalam kepemimpinan banyak solusi yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin supaya bisa menjadi role model bagi anggota tim, solusinya seperti menerima pendapat orang lain sebagai bahan evaluasi, menghargai setiap suara yang diberikan, karena dengan pendapat yang diberikan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyelesaian masalah, tidak langsung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi, libatkan diri langsung dalam setiap pekerjaan dan membuat diri lebih bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukan, telusuri dan analisis apa yang menjadi penyebab masalah, dan tekankan bahwa perbedaan pendapat di dalam kelmpok menjadi hal biasa dan sebenarnya dibutuhkan supaya ada ide-ide terbaru. Kita menjadi pemimpin tidak selalu perlu tampil di depan, seperti seorang yang mengarahkan bebek hanya dengan sebatang kayu, dia tidak mengarahkan dari depan melainkan dari belakang kawanan bebek dan hasilnya dia bisa mengiring bebek-bebeknya sampaike kandang walaupun di posisi belakang dan dengan isyarat dari sebatang kayu. Marilah kita menjadi pemimpin mulai dari diri kita sehingga kita bisa memimpin orang lain untuk kepentingan bersama dan tujuan yang bersama.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

Trending