Infoacehtimur.com | Banda Aceh – Iskandar Usman Al-Farlaky, Salah satu Anggota DPRA dari Daerah Aceh Timur, Membesuk 2 korban Paska kebakaran yang terjadi di sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Mereka merupakan warga Aceh Timur yang bekerja di sumur tersebut diketahui namanya Junaidi (31) , beralamat Desa Blang baroem, kec.Rantoe Peureulak dan Boy Risman/Baihaqi (32), warga kec. Peudawa, Aceh Timur. dan kini telah mendapatkan perawatan intensif juga telah melalui masa operasi serta sedang dirawat di ruang ICU RSZA Banda Aceh. Minggu (13/3/2022
Dalam kunjungannya ke ruang ICU, Sekretaris Komisi V DPRA ini ditemani para staf adminitrasi serta tenaga medis RSZA Banda Aceh. Al-Farlaky juga disambut oleh keluarga kedua pasien asal Aceh Timur itu. Kepada mereka, Iskandar meminta agar tabah menerima cobaan. “Kita doakan semoga cepat membaik,” katanya di hadapan keluarga pasien.
Baca Juga:
- Rapat Satgas Pengawasan TKD, Iskandar Desak BPSDM Aceh Segera Lakukan Penyaluran Beasiswa: Birokrasi Bukan Hambatan
- Dokumen 2016: PT Bumi Flora Kantongi Izin Lingkungan Untuk HGU Tenyata Diteken Bupati Rocky
- SPX Express Buka Rekrutmen Besar-besaran di Aceh, Lowongan Tersedia Banyak
- Polres Langsa Gagalkan Penyelundupan 46,6 Kg Sabu Jaringan Internasional, Satu Kurir Ditangkap di Aceh Timur
- Pengaspalan Jalan Kota Idi Rayeuk Dimulai, Pemkab Aceh Timur Tambah Anggaran Rp1 Miliar
Kata Al-Farlaky, kedua korban sudah menjalani operasi pertama kemarin di RSZA. Sementara Safrizal atau Dekgam, yang berasal dari Desa Blangbarom, Kecamatan Ranto Peureulak, salah satu korban lain meninggal dunia dalam perjalanan rujukan ke RSZA, di Bireuen.
“Sempat dibawa ke RS dr Fauziah. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Blangbarom, dan sudah dikebumikan kemarin. Almarhum juga keluarga saya, dengan luka bakar sekitar 85 persen,” kata Iskandar Al-Farlaky kepada wartawan.
Dia menjelaskan, usai mengalami kebakaran, ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, kemudian ke RS SAAS Peureulak. “Dari awal kejadian saya monitor dan meminta rekan-rekan disana segera rujuk ke Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya, seraya mengajak semua pihak untuk fokus menolong korban serta keluarga duka.
Lebih lanjut Al-Farlaky menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh, peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional merupakan kedua setelah insiden di Desa Pasir Putih, kecamatan yang sama tahun 2018 lalu. Kejadiannya juga hampir sama, dipicu semburan minyak dalam debit yang besar, sehingga tidak bisa dikendalikan dan ditampung oleh pekerja tambang.***
