
Infoacehtimur.com, Aceh – Impian Aceh untuk memiliki pelabuhan mandiri akhirnya mulai terwujud setelah puluhan dekade bergantung pada pelabuhan di Sumatera Utara. Dengan rencana pembukaan jalur pelayaran langsung dari Lhokseumawe ke Penang, Malaysia, Aceh diproyeksikan dapat meningkatkan ekspor dan menekan biaya logistik.
Kabid Kepabeanan dan Cukai Bea Cukai Aceh, Asral Efendi, mengatakan bahwa selama ini distribusi barang asal Aceh sangat bergantung pada pelabuhan besar di Sumatera Utara, yang membuat biaya angkutan darat dan logistik relatif tinggi. Namun, dengan adanya konektivitas yang semakin tinggi ini, Aceh dapat mengirimkan barang-barang unggulannya langsung ke Penang, Malaysia.
“Dengan adanya konektivitas yang semakin tinggi ini, dari Aceh bisa mengirimkan barang-barang unggulannya langsung ke Penang. Harapannya, biaya distribusi lebih efisien dan ekspor produk Aceh semakin meningkat,” kata Asral pada Selasa, 23 September 2025.
Baca Juga: 150 Kilo Gram Sabu Disandarkan di Pelabuhan Kuala Langsa
Baca Juga: Ngamuk! Kapal Dagangnya Diserang, AS Kirim 300 Tentara Serbu Aceh
Asral menambahkan bahwa tahap awal volume pengiriman barang kemungkinan masih kecil, namun keberadaan perusahaan konsolidator bisa menjadi solusi untuk mengumpulkan berbagai produk agar bisa diekspor bersama dalam satu kali pengiriman.
“Asal mula memang kecil, tapi dengan konsolidasi, barang-barang skala kecil bisa dikirim dalam jumlah besar. Ini akan membuka peluang ekspor langsung dari Aceh,” kata Asral.
Jalur baru ini tidak hanya memberi efisiensi biaya logistik, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. “Kalau barang langsung dikirim dari Aceh, kontribusinya pada PDRB daerah tentu semakin besar,” pungkas Asral.
Dengan demikian, Aceh dapat meningkatkan kemandirian dan memperkuat perekonomian daerah melalui pelabuhan mandiri yang dapat meningkatkan ekspor dan mengurangi biaya logistik.
