Infoacehtimur.com | Aceh — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh kembali naik. Pada Maret 2026 jumlahnya tembus 713,78 ribu jiwa.
Angka ini naik 10,40 ribu orang dibanding September 2025 yang tercatat 703,33 ribu jiwa.
Penyebab: Dampak Bencana Hidrometeorologi
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan kenaikan ini terjadi saat periode pendataan Susenas bertepatan dengan Aceh yang baru saja terdampak bencana hidrometeorologi.
“Pendataan ini dilakukan saat Aceh baru saja terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Agus di Banda Aceh, Rabu 5/8/2026.
Selain itu, garis kemiskinan di Aceh juga naik. Pada Maret 2026 tercatat Rp 742.464 per kapita per bulan, naik 3,83% dibanding September 2025.
Perdesaan Masih Lebih Tinggi
Peningkatan kemiskinan terjadi di kota dan desa. Tapi desa masih paling tertekan.
- Perdesaan: naik dari 14,51% menjadi 14,66%
- Perkotaan: naik dari 8,15% menjadi 8,27%
Ketimpangan & Indeks Kemiskinan
- Gini Ratio Perkotaan naik: 0,316 → 0,323. Artinya ketimpangan di kota makin lebar.
- Gini Ratio Perdesaan turun: 0,225 → 0,221. Ketimpangan di desa sedikit membaik.
Meski jumlah orang miskin naik, ada kabar baik dari 2 indikator lain:
- Indeks Kedalaman Kemiskinan P1 turun: 2,055 → 1,961. Artinya rata-rata pengeluaran orang miskin makin mendekati garis kemiskinan.
- Indeks Keparahan Kemiskinan P2 turun: 0,523 → 0,460. Artinya ketimpangan di antara orang miskin makin rendah.
Catatan
Kenaikan 10 ribu jiwa ini jadi alarm. Apalagi Aceh masih berjuang memulihkan infrastruktur dan ekonomi pasca banjir dan tanah longsor.
Pemerintah diminta mempercepat pemulihan dan memastikan bantuan tepat sasaran, terutama di wilayah perdesaan yang masih jadi kantong kemiskinan terbesar.
Sumber: BPS Provinsi Aceh, Kompas.com 6 Agustus 2026


