Infoacehtimur.com – Kalender Masehi yang gunakan oleh “Dunia Saat Ini” merupakan hasil penyempurnaan koreksi dari Kalender Julian yang dibuat oleh Julius Caesar; seorang Kaisar Roma era Romawi Kuno.
Era Romawi Kuno berkembang hingga era Kekaisaran Bizantium, kemudian runtuh pada tahun 1453 Masehi (857 Hijriah), seiring keruntuhan Konstantinopel; kota pertahanan Kristen melawan islam. Sultan Muhammad Al-Fatih era Khalifah Utsmaniyah, berperan besar dalam peruntuhan Konstantinopel.
Soal asal-usul kalender, proses penyempurnaan Kalender Julian dilakukan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 sehiingga menjadi Kalender Masehi. Namun, Kalender Julian “Kuno” masih digunakan oleh sebagian Ummat Kristen Ortodoks hingga saat ini. Kalender Masehi disebut juga “Kalender Gregorian”, sesuai nama Paus Gregorius XIII.
Satu tahun setelah proses Penyempurnaan Kalender Julian oleh Sang Paus sehingga menjadi Kalender Masehi, sekitar tahun 1583, Kalender Masehi mulai digunakan (diterapkan) oleh negara-negara Italia, Portugal, Spanyol, dan negara-negara Katolik Roma Jerman.
Secara bertahap, Kalender Gregorian (istilah Kalender Masehi) ikut digunakan oleh negara-negara Protestan Jerman pada tahun 1699, Inggris Raya dan negara jajahan Inggris pada tahun 1752, Swedia pada tahun 1753, Jepang pada tahun 1873, Tiongkok pada tahun 1912, republik-republik sosialis Soviet pada tahun 1918, dan Yunani pada tahun 1923.
Hingga kini, Negara-negara Islam cenderung menggunakan kalender Paus Gregorian (Kalender Masehi) untuk kehidupan sekuler, tetapi negara islam mempertahankan kalender berdasarkan agama Islam (Kalender Hijriyah) untuk tujuan keagamaan.
Sumber: (1).Britannica, (2).Kemendagri,.

