Infoacehtimur.com, Aceh Timur – Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Abdul Aziz Syah (RS SAAS) Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih berjuang memulihkan layanan kesehatan pasca-banjir yang melanda pada 26 November 2025. Meskipun telah mulai melayani pasien rawat inap dan jalan, beberapa layanan terpaksa ditutup sementara karena peralatan medis rusak.
Direktur RS SAAS Aceh Timur, Rita Rosti, menyebutkan bahwa dari 135 tempat tidur, hanya 80 yang memiliki matras. Layanan yang belum dibuka antara lain poliklinik telinga hidung tenggorokan, gigi, dan mata karena peralatan di poliklinik tersebut rusak.
“Semoga bisa segera dibantu, sehingga kami bisa layanan penuh layaknya sebelum bencana,” kata Rita.
Baca Juga: RSUD SAAS Peureulak Dibersihkan, Bupati Aceh Timur Cek Peralatan Medis Rusak
Baca Juga: Sambut Kunker Menkes, Bupati Al-Farlaky Laporkan Kerusakan RSUD dan Puskesmas
Kementerian Kesehatan RI telah diminta untuk membantu memperbaiki peralatan kesehatan yang rusak. Sementara itu, pasien yang memerlukan radiologi dipindahkan ke rumah sakit pemerintah lainnya, yaitu RSU Aceh Timur.
Banjir juga menimbulkan berbagai persoalan, seperti kelumpuhan ekonomi, kerusakan lingkungan, dan penyebaran penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan mitigasi bencana banjir, seperti pengelolaan tata ruang, sistem peringatan dini, dan evakuasi yang tepat.

