Infoacehtimur.com, Nasional – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan 220 mahasiswa untuk mempercepat proses verifikasi kerusakan rumah warga korban bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Mahasiswa-mahasiswa ini akan melakukan pendataan ulang secara langsung berbasis by name by address di 24 kecamatan terdampak selama 10 hari.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menjelaskan bahwa mahasiswa-mahasiswa ini telah dibekali materi pendataan serta indikator kerusakan bangunan sebelum diterjunkan ke lapangan. Penilaian tingkat kerusakan rumah akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni kategori rusak ringan (0-30%), rusak sedang (30-70%), dan rusak berat (di atas 70%).
Baca Juga: Menteri Dalam Negeri Tiba ke Lokop Aceh Timur, Tenda BNPB Pun Terpasang
Baca Juga: Bencana Tanah Longsor di Lokop-Pinding, Aktivitas Warga Lumpuh Total
Bantuan stimulan akan diberikan kepada warga terdampak sesuai klasifikasi kerusakan rumah, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penetapan surat keputusan oleh pemerintah daerah dan dipadankan dengan data Dukcapil serta BPS agar validitas dan akuntabilitasnya terjamin.
BNPB berharap seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sebelum ibadah puasa Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada Februari, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menerima bantuan dan kembali menempati hunian yang layak.

