Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons kemarahan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, atas keterlambatan pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk penyintas banjir.
Perwakilan BNPB, Isroil Samihardjo, mengakui bahwa ada kendala dalam pendistribusian material ke lokasi pembangunan Huntara di Desa Blang Seunong dan Desa Peulalu, Kecamatan Pante Bidari.
“Kami akui ada kendala dalam pendistribusian material ke lokasi Blang Senong,” kata Isroil, Minggu (29/3/2026). Dia meminta maaf atas keterlambatan pembangunan dan berjanji untuk mempercepat pengerjaan.
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Huntara di Desa Blang Senong, Bupati Naik Pitam
Baca Juga: Banjir Aceh Timur: Ekscavator Bergerak Buka Akses, Ribuan Warga Terisolir
“Kami akan mengevaluasi seluruh vendor yang bermasalah. Insya Allah dalam 10 hari ke depan pembangunan ini akan kita rampungkan,” ujarnya.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, sebelumnya marah karena Huntara belum rampung, padahal sudah disampaikan bahwa tidak ada lagi penyintas banjir yang tinggal di tenda. Kemarahan Iskandar Usman Al-Farlaky semakin meledak usai mendengar curahan hati penyintas banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.
BNPB berharap proses pembangunan dapat selesai sesuai target, sehingga penyintas banjir dapat segera menempati Huntara. “Semoga sesuai target kita. Saya akan berusaha maksimal untuk memastikan vendor bekerja lebih keras lagi,” kata Isroil.

