Usai penyerahan santunan, Al-Farlaky melanjutkan peninjauan langsung ke bangunan huntara yang berjumlah 28 unit tersebut. Ia memastikan setiap unit dalam kondisi layak huni dan fasilitas pendukung berfungsi dengan baik.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi huntara. Kita ingin seluruh penghuni dapat tinggal dengan aman, nyaman, dan mendapatkan fasilitas yang telah disediakan,” katanya.
Bupati menegaskan seluruh fasilitas yang tersedia di huntara diberikan secara gratis oleh pemerintah, termasuk listrik, air bersih, hingga akses WiFi.
“Semua ini gratis. Silakan dimanfaatkan dan dijaga bersama agar tetap baik dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” pesannya kepada warga.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah menandatangani surat permohonan jatah hidup (jadup) yang diusulkan ke Satgas Pemulihan agar segera direalisasikan.
“Kita berharap bantuan jatah hidup segera disalurkan sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka,” pungkasnya.

Warga Merasa Lebih Tenang
Salah seorang penghuni huntara, Tsaniah (55), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Setelah rumahnya ambruk akibat banjir, ia kini tinggal bersama anaknya di unit A3.
“Kami bersyukur atas bantuan ini. Apalagi bulan puasa, kami lebih tenang karena sudah ada tempat tinggal dan diperhatikan,” ujarnya.
Ia berharap perhatian pemerintah terus berlanjut hingga seluruh kebutuhan warga terdampak benar-benar terpenuhi.

