Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Desa Gampong Jawa Idi menjadi sorotan setelah akun Facebook @Zakaria Zaka Zak menuding adanya kecurangan dalam pendataan korban banjir. Tuduhan ini membuat warga desa terpecah, namun Sekdes Henny membela kinerja pemerintah desa dengan gigih.
“Kami tanpa lelah perjuangkan warga, data 858 KK sudah masuk, 719 KK terverifikasi. Kami tidak ingin ada warga yang tertinggal,” kata Henny dengan penuh semangat.
Henny jelaskan, data awal yang masuk untuk percepatan pendataan di pusat, namun masih ada warga yang belum terdata. “Pemkab Aceh Timur tambah limited waktu 3 hari, agar warga yang belum terdata bisa diusulkan. Kami tidak ingin ada yang merasa tidak dianggap,” tambahnya.
Dewan Pengarah BNPB, Isro, pastikan data masih diterima, “Kami terima data sebanyak-banyaknya bagi masyarakat terdampak banjir. Jangan ragu, kami siap membantu.”
Henny harap masyarakat tidak terprovokasi oleh tuduhan yang tidak jelas. “Mari sama-sama bangun desa, musyawarah dengan mufakat. Kami ada untuk warga, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Warga Gampong Jawa Idi Sayet Juragan berharap agar pemerintah desa terus bekerja keras dan transparan dalam menangani pasca banjir. “Kami percaya pada Sekdes Henny dan tim, mereka bekerja untuk kita semua,” kata salah satu warga.


