Close Menu
    info terkini

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
      • DPRK Aceh Timur
    • Nasional
      • Beasiswa
    • Internasional
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Di Deli Serdang! Bocah SD Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19, Sempat Alami Kejang
    Nasional

    Di Deli Serdang! Bocah SD Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19, Sempat Alami Kejang

    RedaksiFebruary 10, 2022
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    INFOACEHTIMUR.COM | Bocah SD di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bernama Ronald Sitinjak (10), meninggal usai mengikuti vaksinasi corona.

    Sebelum meninggal, dia sempat dirawat di rumah sakit, lalu mengalami kejang-kejang.

    Ibu Ronald, Sarma, mengatakan anakya sakit satu hari pasca mengikuti vaksinasi di sekolah di kawasan Kecamatan Tanjung Morawa. Ronald saat itu mengeluh sakit di bagian perut.

    “Kamis (20/6) baru ketahuan, sakitnya kejang-kejang, perutnya keras, kakinya juga,” ujar Sarma kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/1).

    Setelah itu, Sarma yang posisinya sedang bekerja di Medan, menyuruh keluarganya membawa Ronald ke rumah sakit. Lalu Ronald dirawat hingga Senin (24/1).

    “Awalnya ke klinik terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medica, cuma di sana di tolak, alasannya tidak ada alat, sama dokter anaknya. Lalu dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan,” tutur Sarma.

    Kata Sarma, anaknya meninggal Rabu (26/1) dini hari. Dia tidak mengetahui penyebab kematiannya. Karena selama ini putranya tidak memiliki penyakit bawaan.

    “Tidak ada sama sekali [penyakit bawaan], selama ini, anak saya sehat. Pagi-pagi sudah disuruh neneknya belanja, jadi dia sama sekali tidak punya penyakit,” ujarnya.

    Sarma mengaku pasrah dengan kematian anaknya ini, dia tidak bisa berbuat banyak.

    “Semenjak dalam kandungan umur 10 tahun kita usahakan membesarkan anak kita. Tapi Tuhan kan, lebih sayang sama anak saya, kita pasrah saja, semoga anakku di terima Tuhan,” ujarnya.

    Kadis Kesehatan Membantah

    Terpisah Kadis Kesehatan Deli Serdang, Ade Budi Krista, membantah dugaan Ronald meninggal lantaran vaksin corona. Dia menyebut dari data sementara bocah malang itu meninggal karena tetanus.

    Namun, dia tidak menjelaskan di bagian organ tubuh mana yang tetanus.

    “Ini sudah pasti tidak ada kaitan (dengan vaksin). Karena tetanus tidak ada hubungan dengan vaksin,” ujar Ade kepada kumparan.

    “Masa inkubasi tetanus 10 sampai dengan 14 hari. Artinya sebelum divaksin anak tersebut sudah terpapar tetanus. Timbul gejala kebetulan sesudah divaksin,” tambahnya.

    Ia mengatakan saat vaksinasi, kondisi Ronald layak untuk diberi dosis vaksin. Hal itu dibuktikan saat petugas melakukan verifikasi data dan skrining.

    “Kemudian input data dan disuntik dengan vaksin Sinovac, observasi dan kemudian pulang,” jelasnya.

    Selanjutnya kata Ade, menurut keterangan orang tua Ronald, anaknya mengalami kejang dan demam satu hari setelah divaksin, Ronald lalu dibawa ke sebuah klinik.

    Pada Jum’at (21/1), dari klinik tempatnya dirawat dia dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medika Amplas dengan keluhan demam dan perut kembung. Lalu dari sana Ronald dirujuk lagi, ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan.

    “Berdasarkan keterangan pihak RS Mitra Sejati, awalnya didiagnosa dengan [gejala] ileus. Lalu difoto abdomen BNO hasil foto tidak ada indikasi ileus,” ujar Ade.

    Lalu hari berikutnya Ronald mengalami kejang-kejang dan dari pemeriksaan dokter spesialis anak, dinyatakan sebagai Tetanus.

    “Hari berikutnya Ronald mengalami keluhan di daerah mulut (sakit gigi) dan oleh dokter dianjurkan utk dirujuk ke RS Adam Malik,”ujar Ade.

    Selanjutnya kata Ade pada Senin (24/1) orang tua siswa membawa pulang Ronald ke rumah. Selanjutnya, pada Selasa (25/1) keluarga melapor ke sekolah bahwa Ronald sakit setelah divaksin.

    “Lalu sekolah melapor ke puskesmas. Oleh Puskesmas Ronald dikunjungi dan oleh tim puskesmas dibujuk untuk dirujuk ke RSUD Amri Tambunan. Lalu, Rabu (26/1) sekitar pukul 00.30 WIB Ronald meninggal dunia,” kata Ade.

    Sumber : KumparanNews

    Highlights

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    zakariaFebruary 1, 2026

    Infoacehtimur.com | Aceh – Team Suree Swimming Club Aceh Timur berhasil memborong 9 medali pada…

    Haji Ruslan Daud Pimpin DPW Partai PKB Aceh

    February 1, 2026

    Gaza Kembali Dibombardir Israel, Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Dipertanyakan

    February 1, 2026
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    INFO this WEEK

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026

    BNN Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu di Aceh Timur

    January 28, 2026

    Warga Keude Keumuneng Idi Tunong Suarakan Kinerja Buruk Keuchik Periode 2019-2025

    January 28, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Terkini

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    February 1, 2026
    Terpopuler

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026668
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.