Bupati menyebutkan, akibat ancaman predator sungai ini, aktivitas warga dalam mencari kerang hijau (pempeng) terganggu. Bahkan, selain menghambat mata pencaharian, serangan buaya dapat berujung pada hilangnya nyawa.
“Krueng Peureulak merupakan salah satu kawasan yang kaya akan kerang air tawar. Kita ingin masyarakat bisa mencari nafkah dengan aman, tanpa mengganggu habitat satwa. Di sinilah pentingnya peran BKSDA,” ujar Bupati.
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Minta Aduan Masyarakat: Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Tekankan Pentingnya Penegakan Syariat Islam
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai yang diketahui merupakan habitat buaya.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kita tentu prihatin atas kejadian ini dan berharap tidak terulang kembali,” demikian tutup Al- Farlaky (*)