Close Menu
    info terkini

    Suara Sunyi Pemulihan Pascabencana Aceh

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > FJL Aceh Gelar Nobar “Lemah Kuasa di Tanah Negara”, Soroti Kondisi Memprihatinkan TNGL
    Aceh

    FJL Aceh Gelar Nobar “Lemah Kuasa di Tanah Negara”, Soroti Kondisi Memprihatinkan TNGL

    RedaksiDecember 13, 2024
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Ketua FJL Aceh, Munandar dalam diskusi pada Nobar di Idi Rayeuk (12/12/2024)
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    IDI RAYEUK – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter bertajuk Lemah Kuasa di Tanah Negara di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Timur, Kamis (12/12/2024).

    Acara ini dihadiri oleh Ketua FJL Aceh Munandar, Sekretaris FJL Aceh Zamzami Ali, perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lhokseumawe M. Yasir, serta sejumlah wartawan dan anggota PWI Aceh Timur.

    Demo

    Film berdurasi sekitar 25 menit tersebut mengangkat isu serius tentang kerusakan hutan adat dan hutan lindung di Aceh, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yang dirambah oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Akibatnya, bencana seperti banjir dan longsor semakin sering terjadi di berbagai wilayah di Aceh.

    Sekretaris FJL Aceh, Zamzami Ali, mengungkapkan bahwa tujuan pemutaran film ini adalah untuk menyadarkan masyarakat akan maraknya perambahan hutan di Aceh, yang bahkan diduga melibatkan aparat tertentu.

    “Melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa ada banyak pihak yang bermain di balik kerusakan ini, tetapi sayangnya mereka kebal hukum,” ujar Zamzami.

    Ketua FJL Aceh, Munandar, menambahkan bahwa kondisi TNGL saat ini sangat memprihatinkan. Film ini dibuat agar masyarakat lebih peduli terhadap nasib hutan di kawasan tersebut.

    “Setiap malam, kayu-kayu ilegal keluar dari kawasan konservasi yang seharusnya dilindungi oleh negara. Kami melihat lemahnya penindakan hukum di sini, sehingga kami memberi judul film ini Lemah Kuasa di Tanah Negara. Harapannya, film ini dapat menggugah para pemangku kebijakan untuk segera mengatasi masalah ini,” jelas Munandar.

    Ia menegaskan bahwa hutan TNGL adalah warisan yang harus dilindungi demi keberlanjutan generasi mendatang. “Semoga upaya ini dapat menyelamatkan hutan untuk anak cucu kita di masa depan,” pungkasnya.

    FJL Aceh Hutan Aceh Taman Nasional Gunung Leuser
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo

    Suara Sunyi Pemulihan Pascabencana Aceh

    IlhamMay 3, 2026

    Angin sore yang berhembus dari arah Sungai Tamiang membawa aroma lumpur basah dan kayu lapuk.…

    Perempuan Menanggung Beban Ganda Pasca Bencana Aceh

    May 2, 2026

    Pemkab Aceh Timur Jemput Nelayan Anak Yatim yang Dibebaskan Thailand, Bupati: Ini Bentuk Kehadiran Negara

    May 2, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    Suara Sunyi Pemulihan Pascabencana Aceh

    May 3, 2026
    terpopuler

    Panglima Rusia KPA Simpang Ulim: Dalang Fitnah Bupati Al-Farlaky Sudah Teridentifikasi

    April 27, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.