Connect with us

Sejarah

Makam Keluarga Sultan Aceh di Pugar Kembali Oleh Pemerintah DKI

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berziarah dan meresmikan pemugaran makam Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur, 13 Desember 2021. Foto:ANTARA/Yogi Rachman

Jakarta | Makam Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah yang merupakan sultan terakhir Aceh dan keluarganya di TPU Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur. Kini di Pugar Kembali Oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Anies Baswedan Selaku Gubernur DKI Jakarta, Ia mengatakan pemugaran ini dikerjakan sejak bulan Oktober 2021. Dengan total ada tujuh makam yang mereka kerjakan (perbaikan).

Gubernur berharap perbaikan ini menjadi tradisi demi menjaga dan mengingat perjuangan para pejuang dulu.

“Semoga dengan pemugaran ini bisa menjaga tradisi, melahirkan pejuang-pejuang yang torehan peristiwanya dicatat puluhan tahun, beratus tahun ke depan,” kata Anies Baswedan usai berziarah dan meresmikan pemugaran, Senin, 13 Desember 2021, dikutip Antara.

Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah lahir pada 1871, ia diangkat sebagai sultan Aceh di Masjid Indrapuri pada tahun 1878.

Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah menentang Belanda yang saat itu telah menguasai wilayah Kutaraja.

Ia disebut merobek draf damai karena tidak mengakui kekuasaan Belanda.

Akhirnya, Belanda mengasingkan Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah dari Aceh pada 1907. Dia meninggal sebagai tawanan Belanda di Batavia (Jakarta) pada 6 Februari 1939 dan dimakamkan di Rawamangun.

Advertisement

Trending