Close Menu
    info terkini

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
      • DPRK Aceh Timur
    • Nasional
      • Beasiswa
    • Internasional
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Isra Miraj 2024 yang Penuh Derita di Palestina: Bagaimana Kondisi Masjid Al Aqsa?
    Humaniora

    Isra Miraj 2024 yang Penuh Derita di Palestina: Bagaimana Kondisi Masjid Al Aqsa?

    IlhamFebruary 8, 2024
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link
    Temple Mount atau Masjid Al Aqsa, di Kota Tua Yerusalem, 15 April 2023. REUTERS/Mustafa Abu Ganeyeh

    MASJID Al-Aq atau disebut juga masjid Al-Aqsa merupakan sebuah masjid di Yerusalem, yang terletak di Kota Tua di titik akhir perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

    Menurut sumber-sumber Islam, Al-Qur’an (surah 17:1) mengindikasikan bahwa Muhammad SAW secara ajaib dipindahkan pada suatu malam dari Mekkah (al-masjid al-aram, atau “tempat ibadah yang sakral”) ke tempat ini di Yerusalem (al-masjid al-aq, “tempat ibadah yang lebih jauh”).

    Di tempat tersebut, beliau memimpin Ibrahim, Musa, Yesus, dan para utusan Allah lainnya dalam ritual salat (alt). Pada malam yang sama, beliau diangkat ke surga dari lokasi Kubah Batu untuk bertemu dengan Tuhan (lihat Mi’raj). Istilah Masjid Al-Aq sering diperluas untuk menunjukkan keseluruhan alun-alun tempat masjid dan Kubah Batu berdiri, meskipun alun-alun ini secara resmi dikenal sebagai Al-aram al-Sharf (“Tempat Suci yang Mulia”).

    Di zaman modern, masjid dan alun-alun telah menjadi titik ketegangan dalam konflik Arab-Israel. Terlepas dari kepentingannya bagi umat Islam, alun-alun ini memiliki arti penting bagi orang Yahudi sebagai situs Bait Suci Yerusalem, yang merupakan penjelmaan Herodian yang dihancurkan pada tahun 70 Masehi.

    BACA JUGA: Ceramah Isra Mi’raj Ustadz Faisal di Aceh, Penyerahan Masjidil Aqsa Pada Nabi Muhammad SAW

    Temple Mount, sebutan orang Yahudi untuk alun-alun ini, dan Tembok Barat yang berdekatan sejak saat itu menjadi tempat ziarah. Selama Perang Enam Hari (1967), Israel (negara yang didirikan pada tahun 1948) menduduki Yerusalem Timur dan Kota Tua, yang sebelumnya merupakan bagian dari Yordania.

    Israel kemudian mencaplok Yerusalem Timur, tetapi alun-alun tersebut dibiarkan berada di bawah perwalian sebuah lembaga perwalian Islam (wakaf) yang dikelola oleh dinasti Hashemite di Yordania. Namun, dalam beberapa dekade berikutnya, pembatasan akses Muslim Palestina ke situs tersebut, serta proyek penggalian Israel di sekitarnya dan penggusuran penduduk Palestina di lingkungan terdekat, berkontribusi pada kekhawatiran umat Islam atas nasib situs suci tersebut.

    Kondisi Masjid Al-Aqsa

    Pembatasan yang dilakukan Israel telah mencegah puluhan ribu Muslim Palestina untuk menghadiri shalat Jumat mingguan di Masjid Al-Aqsa untuk hari Jumat ke-17 sejak perang dimulai di Jalur Gaza.

    Hanya 13.000 orang yang dapat memasuki masjid untuk melaksanakan shalat, dibandingkan dengan lebih dari 50.000 orang pada hari Jumat biasa, kata seorang pejabat di Departemen Wakaf Islam di Yerusalem.

    Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa masjid tersebut tampak hampir kosong dari umat Muslim karena pembatasan Israel.

    Polisi telah memberlakukan pembatasan untuk memasuki Masjid Al-Aqsa sejak awal perang di Gaza pada 7 Oktober 2023, tetapi mereka sangat ketat pada hari Jumat.

    Polisi Israel memasang pembatas di pintu masuk Kota Tua dan di gerbang luar Masjid Al-Aqsa dan hanya mengizinkan orang tua untuk lewat.

    Pembatasan yang dilakukan Israel memaksa ratusan jamaah untuk melaksanakan salat di jalan-jalan dekat Kota Tua.

    Polisi Israel dikerahkan secara signifikan di sekitar lokasi shalat, kata para saksi mata.

    Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap jamaah sejak melancarkan serangan militer mematikan terhadap Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas yang menurut Israel menewaskan 1.200 warga Israel. Setidaknya 27.131 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 66.287 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Sumber : TEMPO

    islam Isra Mi'raj Masjidil Aqsa Nabi Muhammad SAW
    Highlights

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    ridhaFebruary 9, 2026

    Infoacehtimur.com – Kondisi Aceh ditengah masa pemulihan bencana diketahui kian hari kian membaik. Ribuan desa…

    Orang Tua Korban Keracunan MBG di Aceh Timur Layangkan Somasi

    February 8, 2026

    RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur Sukses Lakukan Operasi Cyto Pertama

    February 8, 2026
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    INFO this WEEK

    Salah Satu Warga Aceh Timur Tertangkap, BNN Amankan Ratusan Kg Barang Bukti Narkotika

    February 5, 2026

    Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM, Masuk 5 Besar Calon Wakil Presiden 2029

    February 4, 2026

    DPRK Aceh Timur Panggil Lembaga Kredit: “Jangan Cari Keuntungan Lebih Ditengah Penderitaan Rakyat”

    February 5, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Terkini

    Menjelang Ramadhan, Aceh Kian Pulih Walau Puluhan Desa Masih Gelap dan Sunyi

    February 9, 2026
    Terpopuler

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026704
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.