Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Kegembiraan Idul Adha tak hanya dirasakan oleh yang sehat. Warga Aceh Timur yang sedang berjuang mendapatkan layanan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Aceh [JKA] juga merasakan kabar baik ini.
Setelah Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 dicabut, masyarakat kini bisa kembali berobat gratis tanpa khawatir soal pembatasan desil. Perubahan ini datang tak lama setelah aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang menyuarakan akses kesehatan untuk semua.
Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr. Edi Gunawan, memastikan kebijakan baru itu sudah berjalan. Ia mengatakan rumah sakit telah menindaklanjuti Surat Gubernur Aceh Nomor 400.7.3.6/5806 tertanggal 19 Mei 2026 tentang kepesertaan JKA.
Baca Juga: Banggar dan TAPA Sepakati Bayar Hutang JKA ke BPJS Kesehatan Rp 266 Miliar
Baca Juga: Bupati Al-Farlaky Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA: Bukti Pemerintah Hadir untuk Rakyat
“Masyarakat sudah bisa berobat seperti biasa di RSUD ZM tanpa pembatasan desil,” ujar dr. Edi, Kamis 21 Mei 2026.
Syaratnya kini jauh lebih mudah. Warga hanya perlu melampirkan Kartu Keluarga Aceh berbarcode dan KTP Elektronik Aceh untuk mendaftar atau mengaktifkan kembali kepesertaan JKA.
Proses pendaftaran bisa dilakukan melalui tiga jalur. Pertama, lewat fasilitas kesehatan menggunakan Aplikasi Edabu Pemda sebagai jalur prioritas, lengkap dengan unggahan bukti melalui tautan yang disediakan.
Kedua, jika terjadi kendala di aplikasi, faskes bisa melaporkan melalui tautan khusus BPJS Kesehatan. Proses selanjutnya akan ditangani langsung oleh Kantor Cabang dan Kantor Kabupaten/Kota BPJS Kesehatan di Aceh.
Ketiga, masyarakat juga bisa mendaftar lewat kanal resmi BPJS Kesehatan, baik tatap muka maupun non-tatap muka.
Pencabutan Pergub ini disambut lega oleh warga yang sebelumnya khawatir tidak bisa mengakses layanan JKA. Dengan kebijakan baru, seluruh warga Aceh yang memiliki KK dan KTP Aceh kembali berhak menikmati layanan kesehatan gratis sebagaimana mestinya.
Di momen Idul Adha, akses berobat gratis yang kembali dibuka terasa seperti kado yang paling dinanti bagi warga yang sedang berjuang untuk sehat.


