Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Rencana penyesuaian program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) oleh Pemerintah Aceh memantik respons dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.
Romi Syahputra, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syari’at (STIS) Dayah Amal Aceh Timur sekaligus Ketua Forum Keuchik Kecamatan Indra Makmu, menyuarakan kritik tajam atas ketimpangan yang selama ini dinilai mewarnai pelaksanaan program tersebut.
Dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026), Romi menegaskan bahwa selama hampir dua dekade berjalan, JKA masih menyisakan persoalan mendasar: manfaatnya kerap dinikmati oleh warga yang sebenarnya mampu secara ekonomi.
Baca Juga: Warga Tidak Perlu Ragu, JKA Tetap Lanjut
Baca Juga: Pemerintah Aceh Diminta Batalkan Kebijakan Pemberhentian JKA
“Sudah cukup 20 tahun orang kaya dibayar saat sakit dengan uang rakyat. Program ini harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Romi menilai rencana penyesuaian JKA yang sedang digodok Pemerintah Aceh sebagai momentum strategis untuk membenahi tata kelola program dari akarnya — terutama dalam hal validasi dan pemutakhiran data penerima manfaat.
Kritik dan Saran Romi Syahputra:
- – Pembenahan basis data terpadu untuk mencegah tumpang tindih penerima manfaat
- – Penguatan mekanisme verifikasi agar penerima manfaat benar-benar warga yang berhak
- – Transparansi dan pengawasan publik yang lebih ketat agar program berjalan sesuai tujuan awalnya
Pemerintah Aceh diharapkan dapat mengambil keputusan yang terukur dan berkeadilan, memastikan JKA tetap berfungsi sebagai perisai kesehatan yang menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

