Jakarta | Kementerian Kesehatan menetapkan aturan terbaru perihal vaksinasi COVID-19 booster. Kini vaksin COVID-19 booster boleh diberikan minimal tiga bulan setelah suntikan dosis kedua. Bukan hanya untuk lansia berusia 60 tahun ke atas, namun juga untuk masyarakat umum non-lansia.
Mengingat sebelumnya, booster untuk masyarakat umum harus diberikan dengan interval minimal enam bulan setelah dosis kedua.
“Perlindungan masyarakat terhadap COVID-19 perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pemberian vaksinasi dosis lanjutan (booster)” terang Kemenkes melalui surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu, Jumat (25/2/2022).
Baca Juga:
- Loker Ibadah, Pendaftaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji 2027 Resmi Dibuka
- Ulama Islam Nigeria ini Menyembunyikan 262 orang Kristen di Masjidnya, demi Menyelamatkannya
- Sambut Maulid, Pemkab Aceh Timur Gelar Pasar Murah Di 10 Kecamatan Mulai Besok
- Dari Sumur Tradisional Ke Legal: BPMA Kejar Lifting Migas Aceh Timur, 4 Kecamatan Jadi Perintis
- Sudah 9 Hari Berlalu Semangatnya Masih Nyala! SMKN 1Idi Borong Juara Di Karnal HUT RI Ke-81 Aceh Timur
“Interval pemberian dosis lanjutan (booster) bagi lansia (usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun) dan masyarakat umum perlu disesuaikan menjadi minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap,” tertulis lebih lanjut.
Hal tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2002 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) tanggal 12 Januari 2022 dan mempertimbangkan terus bertambahnya kasus COVID-19.
Dalam kesempatan lainnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan perubahan interval vaksinasi COVID-19 booster menjadi tiga bulan berkaitan dengan efikasi vaksin COVID-19 yang menurun beberapa bulan setelah disuntikkan.
“Secara umum kita tahu vaksinasi itu menurun efikasinya setelah enam bulan atau malah ada yang mengatakan tiga bulan sudah terjadi penurunan.
Ini terutama dialami para lansia karena proses degeneratif daripada para lansia ini. Sehingga memang kita lihat bahwa sekarang perubahannya untuk booster itu tiga bulan pada lansia sudah dapat dilaksanakan,” jelasnya dalam konferensi pers virtual bertajuk ‘Mengenal Pelbagai Kombinasi Vaksin COVID-19 dan Sejauh Mana Booster Diperlukan’, Kamis (24/2).
(vyp/fds)

