Jakarta | Kementerian Kesehatan menetapkan aturan terbaru perihal vaksinasi COVID-19 booster. Kini vaksin COVID-19 booster boleh diberikan minimal tiga bulan setelah suntikan dosis kedua. Bukan hanya untuk lansia berusia 60 tahun ke atas, namun juga untuk masyarakat umum non-lansia.
Mengingat sebelumnya, booster untuk masyarakat umum harus diberikan dengan interval minimal enam bulan setelah dosis kedua.
“Perlindungan masyarakat terhadap COVID-19 perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pemberian vaksinasi dosis lanjutan (booster)” terang Kemenkes melalui surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu, Jumat (25/2/2022).
Baca Juga:
- Terima Audiensi Kelompok Tani, Bupati Aceh Timur Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU
- Pohon Tumbang di Lintas Medan-Banda Aceh, Antrean Mobil Mengular 1 Km Lebih
- Dosen Tambah Deretan Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa Pelajar Aceh di Luar Negeri
- Bank Aceh Cabang Idi Salurkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Masjid Al-Ghazali
- Siagakan 500 Personel, Polres Aceh Timur Gelar Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Soal HGU dan Jadup
“Interval pemberian dosis lanjutan (booster) bagi lansia (usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun) dan masyarakat umum perlu disesuaikan menjadi minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap,” tertulis lebih lanjut.
Hal tersebut menindaklanjuti Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2002 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster) tanggal 12 Januari 2022 dan mempertimbangkan terus bertambahnya kasus COVID-19.
Dalam kesempatan lainnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan perubahan interval vaksinasi COVID-19 booster menjadi tiga bulan berkaitan dengan efikasi vaksin COVID-19 yang menurun beberapa bulan setelah disuntikkan.
“Secara umum kita tahu vaksinasi itu menurun efikasinya setelah enam bulan atau malah ada yang mengatakan tiga bulan sudah terjadi penurunan.
Ini terutama dialami para lansia karena proses degeneratif daripada para lansia ini. Sehingga memang kita lihat bahwa sekarang perubahannya untuk booster itu tiga bulan pada lansia sudah dapat dilaksanakan,” jelasnya dalam konferensi pers virtual bertajuk ‘Mengenal Pelbagai Kombinasi Vaksin COVID-19 dan Sejauh Mana Booster Diperlukan’, Kamis (24/2).
(vyp/fds)

