Infoacehtimur.com | Aceh – Dinamika pergantian Kapolda Aceh mulai menguat. Sejumlah perwira tinggi Polri asal dan pernah bertugas di Aceh kini masuk radar bursa calon orang nomor satu di Polda Aceh tersebut. Setidaknya ada 5 nama yang paling sering dibicarakan publik dan internal Polri.
Pengangkatan Kapolda Aceh memiliki kekhususan. Sesuai UUPA Pasal 205, penunjukan harus mendapat pertimbangan dan persetujuan Gubernur Aceh. Itu membuat proses seleksi Kapolda Aceh berbeda dari provinsi lain.
Berikut 5 calon yang namanya mengemuka:

1. Brigjen Pol Armaini, S.I.K – “Si Putra Daerah”
Putra asli Banda Aceh kelahiran 18 Agustus 1974 ini dikenal dekat dengan masyarakat. Kariernya dimulai dari Wakapolres di 4 wilayah Aceh: Sabang, Aceh Singkil, Bireuen, hingga Banda Aceh. Setelah itu ia menjabat Kapolres Karimun dan Kapolresta Yogyakarta. Kini ia bertugas di Divpropam Polri. Keunggulannya: paham betul karakter sosial-keamanan Aceh + pengalaman pengawasan internal Polri.
2. Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H – “Sang Pembasmi Narkoba”
Spesialis Reserse ini punya rekam jejak kuat di pemberantasan narkoba. Ia pernah jadi Dirresnarkoba Polda Aceh sebelum naik jadi Brigjen. Saat ini menjabat Direktur Narkotika BNN RI. Pengalamannya memimpin operasi narkoba lintas provinsi dan internasional jadi nilai jual utama, mengingat Aceh jadi jalur rawan penyelundupan.
3. Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, S.I.K – “Jenderal SDM”
Lulusan Akpol 1995 ini dijuluki spesialis manajemen SDM Polri. Ia pernah jadi Karo SDM Polda NTT dan Sulut, lalu kini menjabat Wakapolda Aceh. Keunggulannya di pembinaan personel dan organisasi. Sebagai Wakapolda aktif, ia paling memahami kondisi internal Polda Aceh saat ini.
4. Brigjen Pol Dicky Sondani, S.I.K., M.H – “Sang Humas & Strategis”
Perwira lulusan Akpol 1993 ini punya kombinasi unik: pernah jadi Kabid Humas Polda Sulsel, Kapolres di Aceh, hingga Dirlantas Polda Aceh. Ia juga pernah menjabat Kabagjianpolmas STIK Lemdiklat Polri. Pengalaman 2x tugas di Aceh membuatnya paham medan. Saat ini ia Wakapolda Bengkulu.
5. Brigjen Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si – “Sang Akademisi”
Putra Banda Aceh kelahiran 15 Oktober 1976 ini punya nilai plus gelar doktor. Ia pernah jadi Kapolsek di Aceh, Kapolres, lalu kini Kepala BNNP Aceh. Kombinasi pengalaman lapangan + kapasitas akademik membuatnya menonjol. Sebagai Kapolda ia juga bisa jadi jembatan Polri dengan akademisi dan masyarakat sipil.
Kekhususan Aceh Jadi Penentu
Berbeda dari provinsi lain, Kapolda Aceh harus direstui Gubernur. Faktor kedekatan dengan masyarakat Aceh, pengalaman bertugas di wilayah, serta pemahaman terhadap kekhususan syariat Islam dan MoU Helsinki jadi pertimbangan tambahan selain track record di Polri.
Siapa pun yang terpilih nantinya akan memimpin Polda Aceh di tengah tantangan pengamanan wilayah perbatasan, pemberantasan narkoba, dan menjaga stabilitas pasca konflik.
Sumber: ModusAceh.co