Infoacehtimur.com – Kondisi Aceh ditengah masa pemulihan bencana diketahui kian hari kian membaik. Ribuan desa yang tersebar dalam 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir dan longsor pada akhir November 2025, kini berangsur pulih.
Walaupun, sejumlah titik lokasi dan belasan desa masih gelap akibat jaringan listrik masih dalam proses pemulihan, sehingga sinyal telekomunikasi pun masih sangat minim.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri-RI) Tito Karnavian dalam penyampaian perkembangan kondisi pemulihan bencana alam sumatera pada Sabtu (7/2/2026), menyampaikan Berita Baik tentang kondisi di Provinsi Aceh. Diantaranya, kondisi pemulihan akses jembatan dan jalan raya, ketersediaan pasokan BBM dan gas LPG, dan layanan jaringan telekomunikasi seiring pemulihan jaringan listrik.
23 Desa Masih Mengandalkan Genset
Semangat dan upaya pemulihan hendaknya selalu bertambah seiring masa ibadah puasa kian tiba didepan mata. Ramadhan akan tiba pekan mendatang, berdasarkan Hisab diperkirakan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.
Sementara pemulihan bencana Aceh dalam perkembangannya kini masih terdapat 8 desa di Kabupaten Aceh Tengah serta 15 desa di berbagai daerah yang hingga hari ini belum dapat dialiri listrik karena seluruh tiang-tiang harus dibangun ulang, sehingga jaringan telekomunikasi disana pun masih ‘putus-nyambung’.
Sejak masa tanggap darurat hingga saat ini, desa-desa itu menerangi malam dengan Genset yang disediakan oleh PLN.
Warga Aceh di sejumlah daerah yang masih hidup dalam tenda sembari menunggu penyelesaian Hunian Sementara, masih menangisi keinginan untuk Sahur dan Berbuka Puasa dalam rumah. 10 hari lagi menjelang Puasa Ramadhan, pembangunan Huntara masih berlangsung, belum selesai 100 persen.

Pendidikan Mulai Berjalan, Perekonomian Masih Merangkak
Sekolah dan Puskesmas di Aceh mulai kembali beroperasi normal, walaupun tak sedikit siswa harus bersekolah dalam tenda Sekolah Darurat karena gedung sekolah hancur total diterjang kayu gelondongan dalam arus banjir.
Disisi lain, pemulihan kondisi infrastruktur dan layanan dasar di Aceh secara umum tidak serta merta menandai pemulihan kondisi ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Buktinya, sejumlah pemerintah kabupaten/kota masih berkutat memacu roda perekonomian.
Salah satunya, mengupayakan Program Relaksasi Kredit berjalan baik, guna meringankan beban ekonomi rumah tangga yang sebelumnya mengalami kerugian akibat bencana, dan kini dalam proses restart membuka kembali mata pencaharian.
Kendati kondisi Provinsi Aceh paska bencana kian membaik, Mendagri-RI menyebut bahwa Pemerintah RI tetap menaruh fokus pemulihan untuk 6 kabupaten kota, yaitu Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

