Infoacehtimur.com | Subulussalam – Seorang pria yang mengaku berasal dari Aceh Timur diamankan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Subulussalam setelah meresahkan warga di Kecamatan Penanggalan. Pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa dan sempat mengancam warga saat meminta rokok serta makanan.
Sebut saja Plitur (Pria Aceh Timur), bukan nama sebenarnya. Ia mengaku berasal dari Aceh Timur dan sudah berada di Kota Subulussalam sejak dua bulan lalu. Awalnya ia datang bersama seorang rekan. Namun rekan itu pergi, meninggalkan Plitur seorang diri hingga telantar dan hidup menggelandangan.
Puncak keresahan warga terjadi di Kecamatan Penanggalan. Warga menyebut Plitur kerap mendatangi warung untuk meminta rokok, makanan, dan minuman tanpa membayar. Situasi makin mencekam karena ia sering melontarkan ancaman kepada pemilik warung dan warga yang melintas.
Baca Juga: Capai 378 Jiwa ODGJ di Daerah Aceh Ini, Termasuk Gegara Narkotika
Baca Juga: Tercatat 1.198 ODGJ di Aceh Timur, 12 Diantaranya Dipasung
Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Satpol PP dan WH Kota Subulussalam bergerak cepat. Jumat 15 Mei 2026, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ itu diamankan tanpa perlawanan berarti.
Evakuasi dilakukan untuk mencegah konflik fisik dengan warga sekaligus menjaga ketertiban umum di kawasan Penanggalan.

“Benar, tim di lapangan telah mengamankan seorang pria yang diduga ODGJ karena perilakunya sudah meresahkan warga di Penanggalan. Saat ini yang bersangkutan sudah berada di Mako Satpol PP untuk memastikan keamanan lingkungan,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP dan WH Kota Subulussalam, Mulyadi Cibro.
Saat ini Plitur ditempatkan sementara di sel tahanan Mako Satpol PP. Pihak Satpol PP dan WH telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Subulussalam untuk proses serah terima dan penanganan medis lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa merantau tanpa bekal, tanpa tujuan, dan tanpa sandaran bisa berakhir dengan tersesat. Dari perantau yang mencari hidup, Plitur justru menjadi orang yang hidupnya dipertaruhkan di jalanan orang.