Close Menu
    info terkini

    Bupati Aceh Timur Kick Off Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026, 32 Tim Berebut Hadiah Rp100 Juta

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Opini: Antara Ekspresi Diri dan Syariat – Di Mana Batasnya?
    Citizen

    Opini: Antara Ekspresi Diri dan Syariat – Di Mana Batasnya?

    zakariaMay 7, 2026
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    “Layaknya perempuan”. Dua kata itu kini ramai jadi perbincangan di Aceh. Bukan soal perempuan, tapi soal sebagian laki-laki muda yang bergaya feminin: gemulai, crossdressing, makeup, hingga konten medsos yang menuai kritik.  

    Di satu sisi ada suara “ini ekspresi diri, hak individu, zaman sudah modern”. Di sisi lain ada suara “ini haram, langgar syariat, rusak adat Aceh”. Lalu di mana batasnya?  

    Demo

    1. Ekspresi Diri Itu Fitrah, Tapi Ada Rambu

    Islam tidak anti ekspresi. Rasulullah ﷺ justru memuji sahabat yang punya karakter unik. Hassan bin Tsabit piawai bersyair, Khalid bin Walid gagah di medan perang, Abu Dzar al-Ghifari kritis dan to the point. Berbeda karakter = boleh. Berbeda fitrah = dilarang.

    Hadits Bukhari tegas: “Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”  

    Batas pertama: tasyabbuh atau sengaja menyerupai lawan jenis. Ini bukan soal bakat, tapi soal identitas. Pakaian khas perempuan, makeup, gaya jalan dan bicara yang dibuat-buat feminin secara berlebihan masuk kategori itu. Tujuannya jelas: jaga kehormatan dan perbedaan fitrah.  

    2. Syariat di Aceh: Bukan Sekadar Aturan, Tapi Identitas  

    Aceh punya Qanun No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Wilayatul Hisbah berwenang menindak laki-laki kemayu yang berpakaian menyerupai wanita di ruang publik. Kenapa? Karena menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan adalah budaya Aceh begitu kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman.  

    “Anak muda Aceh hari ini, seenaknya memakai celana pendek, membuka aurat. Ini sudah jauh dari syariat,” kritik beliau, 9/11/2024.  

    MPU Lhokseumawe juga mencatat penurunan kepatuhan berbusana syar’i. Artinya, ini bukan kasus 1-2 orang. Sudah jadi fenomena.  

    3. Modernisasi & Medsos: Pedang Bermata Dua 

    Akademisi UIN, Hanifah, menyorot *selebgram Aceh bergaya gemulai demi cuan. Algoritma suka yang unik. Konten crossdressing cepat viral. Tapi viral bukan berarti benar.  

    Batas kedua: niat dan dampak. Kalau gaya dipakai untuk cari uang dengan melanggar norma agama dan budaya, di situlah syariat bicara. Islam melarang _tabarruj_ berlebihan dan menyerupai lawan jenis justru untuk melindungi masyarakat dari kerusakan sosial.  

    4. Lalu Apakah Semua yang “Lembut” Dilarang?  

    Tidak. Islam tidak melarang laki-laki lemah lembut dalam tutur kata, penyayang, atau peduli penampilan. Yang dilarang adalah sengaja meniru ciri khas perempuan.  

    Bedakan: Boleh: Merawat diri, baju rapi, wangi, suara halus karena pembawaan, Haram: Pakai rok, hijab, eyeshadow, jalan melenggak-lenggok meniru perempuan  

    Batas ketiga: ‘urf atau kebiasaan setempat. Di Aceh, celana di atas lutut untuk laki-laki di ruang publik sudah dianggap buka aurat. Di daerah lain mungkin beda. Syariat memberi rambu, adat memperjelas.  

    5. Solusi: Bukan Cuma Razia, Tapi Edukasi 

    Prof. Mujiburrahman benar: fenomena ini tidak bisa dibiarkan, tapi solusinya bukan cuma penertiban. Perlu 3 hal:  

    1. Sosialisasi: Jelaskan kenapa tasyabbuh dilarang. Bukan cuma “haram titik”, tapi logika penjagaan fitrah dan keluarga.  

    2. Pendampingan: Anak muda butuh ruang ekspresi halal. Fashion Islami, content creator dakwah, olahraga, seni. Energi mereka disalurkan, bukan dimatikan.  

    3. Keteladanan: Orang tua, guru, influencer Aceh kasih contoh. Keren itu tidak harus buka aurat atau gemulai.  

    “Karena semakin terdidik manusianya, kemajuan Aceh bisa dicapai,” kata Prof. Mujib.  

    Penutup: Bebas Bukan Berarti Liar 

    Ekspresi diri dalam Islam itu seperti sungai. Boleh mengalir deras, tapi harus ada tebing. Tebingnya syariat. Kalau tidak ada tebing, air meluap jadi banjir – merusak diri sendiri dan orang lain.  

    Di Aceh, tebing itu sudah ada: Al-Qur’an, Hadits, Qanun, adat. Tugas kita bukan merobohkan tebing dengan dalih “modern”, tapi memperindah sungai agar tetap deras, jernih, dan memberi manfaat.  

    Jadi batasnya di mana? 

    Di titik ketika ekspresi kita mulai mengaburkan fitrah yang Allah ciptakan, melanggar aurat yang Allah perintahkan, dan merusak tatanan masyarakat yang Aceh jaga ratusan tahun.  

    Ekspresikan dirimu. Tapi jangan sampai kehilangan dirimu.

    Banci
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo

    Bupati Aceh Timur Kick Off Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026, 32 Tim Berebut Hadiah Rp100 Juta

    zakariaMay 13, 2026

    Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, secara resmi membuka Turnamen…

    Bupati Aceh Timur Lantik Pengurus MAA 2026-2030, Dorong Peradilan Adat Jadi Solusi Konflik di Gampong

    May 13, 2026

    Satgas PPA Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Jalan Elak Aceh Timur Senilai Rp20 Miliar ke Kejati Aceh

    May 12, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    Bupati Aceh Timur Kick Off Turnamen Sepak Bola Pelajar 2026, 32 Tim Berebut Hadiah Rp100 Juta

    May 13, 2026
    terpopuler

    Modus Salah Transfer, Ngaku Bupati Al Farlaky, Penipu Bawa Kabur Uang Ibu Pasien Ginjal di Tamiang

    May 9, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.