Infoacehtimur.com | Banda Aceh – Iskandar Usman Al-Farlaky, Salah satu Anggota DPRA dari Daerah Aceh Timur, Membesuk 2 korban Paska kebakaran yang terjadi di sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Mereka merupakan warga Aceh Timur yang bekerja di sumur tersebut diketahui namanya Junaidi (31) , beralamat Desa Blang baroem, kec.Rantoe Peureulak dan Boy Risman/Baihaqi (32), warga kec. Peudawa, Aceh Timur. dan kini telah mendapatkan perawatan intensif juga telah melalui masa operasi serta sedang dirawat di ruang ICU RSZA Banda Aceh. Minggu (13/3/2022
Dalam kunjungannya ke ruang ICU, Sekretaris Komisi V DPRA ini ditemani para staf adminitrasi serta tenaga medis RSZA Banda Aceh. Al-Farlaky juga disambut oleh keluarga kedua pasien asal Aceh Timur itu. Kepada mereka, Iskandar meminta agar tabah menerima cobaan. “Kita doakan semoga cepat membaik,” katanya di hadapan keluarga pasien.
Baca Juga:
- Lantik 21 Kasek dan 8 Kapus, Bupati Al-Farlaky: “6 Bulan ke Depan Adalah Masa Ujian”
- GELOMBANG SOLIDARITAS, PGRI Salurkan Bantuan untuk 144 Guru Korban Banjir Julok & Indra Makmu
- Lowongan Driver SPX Express Dibuka di Rantau Selamat Hub, Aceh Timur
- PGRI Salurkan Rp164 Juta untuk 1.640 Guru Korban Banjir Aceh Timur, Tahap Pertama Sasar 3 Kecamatan
- Bupati Al-Farlaky: “Kami Butuh Kritik Konstruktif, Bukan Fitnah”, 150 Jurnalis Hadiri FGD di Royal Idi
Kata Al-Farlaky, kedua korban sudah menjalani operasi pertama kemarin di RSZA. Sementara Safrizal atau Dekgam, yang berasal dari Desa Blangbarom, Kecamatan Ranto Peureulak, salah satu korban lain meninggal dunia dalam perjalanan rujukan ke RSZA, di Bireuen.
“Sempat dibawa ke RS dr Fauziah. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Blangbarom, dan sudah dikebumikan kemarin. Almarhum juga keluarga saya, dengan luka bakar sekitar 85 persen,” kata Iskandar Al-Farlaky kepada wartawan.
Dia menjelaskan, usai mengalami kebakaran, ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, kemudian ke RS SAAS Peureulak. “Dari awal kejadian saya monitor dan meminta rekan-rekan disana segera rujuk ke Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya, seraya mengajak semua pihak untuk fokus menolong korban serta keluarga duka.
Lebih lanjut Al-Farlaky menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh, peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional merupakan kedua setelah insiden di Desa Pasir Putih, kecamatan yang sama tahun 2018 lalu. Kejadiannya juga hampir sama, dipicu semburan minyak dalam debit yang besar, sehingga tidak bisa dikendalikan dan ditampung oleh pekerja tambang.***









