Infoacehtimur.com | Banda Aceh – Iskandar Usman Al-Farlaky, Salah satu Anggota DPRA dari Daerah Aceh Timur, Membesuk 2 korban Paska kebakaran yang terjadi di sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Mereka merupakan warga Aceh Timur yang bekerja di sumur tersebut diketahui namanya Junaidi (31) , beralamat Desa Blang baroem, kec.Rantoe Peureulak dan Boy Risman/Baihaqi (32), warga kec. Peudawa, Aceh Timur. dan kini telah mendapatkan perawatan intensif juga telah melalui masa operasi serta sedang dirawat di ruang ICU RSZA Banda Aceh. Minggu (13/3/2022
Dalam kunjungannya ke ruang ICU, Sekretaris Komisi V DPRA ini ditemani para staf adminitrasi serta tenaga medis RSZA Banda Aceh. Al-Farlaky juga disambut oleh keluarga kedua pasien asal Aceh Timur itu. Kepada mereka, Iskandar meminta agar tabah menerima cobaan. “Kita doakan semoga cepat membaik,” katanya di hadapan keluarga pasien.
Baca Juga:
- Bupati Al-Farlaky Buka MTQ Rantau Selamat 2026, Cari Bibit Qari-Qari’ah Muda Cinta Al-Qur’an
- Alhamdulillah Pulang! Setelah 6 Bulan Ditahan di Thailand, 13 Nelayan Aceh Timur Akhirnya Bebas
- Sat Samapta Polres Aceh Timur Bersihkan Masjid Baitul Manan, Wujudkan Kehadiran Polri yang Dirasakan Masyarakat
- Kecelakaan Tabrakan di Darul Aman, Menambah Angka Laka di Aceh Timur, Tercatat 90 Kasus dalam 2 Bulan
- Kapolres Aceh Timur: Ulama Bukan Sekadar Mitra Kamtibmas, Tapi Guru Kami!
Kata Al-Farlaky, kedua korban sudah menjalani operasi pertama kemarin di RSZA. Sementara Safrizal atau Dekgam, yang berasal dari Desa Blangbarom, Kecamatan Ranto Peureulak, salah satu korban lain meninggal dunia dalam perjalanan rujukan ke RSZA, di Bireuen.
“Sempat dibawa ke RS dr Fauziah. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Blangbarom, dan sudah dikebumikan kemarin. Almarhum juga keluarga saya, dengan luka bakar sekitar 85 persen,” kata Iskandar Al-Farlaky kepada wartawan.
Dia menjelaskan, usai mengalami kebakaran, ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, kemudian ke RS SAAS Peureulak. “Dari awal kejadian saya monitor dan meminta rekan-rekan disana segera rujuk ke Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya, seraya mengajak semua pihak untuk fokus menolong korban serta keluarga duka.
Lebih lanjut Al-Farlaky menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh, peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional merupakan kedua setelah insiden di Desa Pasir Putih, kecamatan yang sama tahun 2018 lalu. Kejadiannya juga hampir sama, dipicu semburan minyak dalam debit yang besar, sehingga tidak bisa dikendalikan dan ditampung oleh pekerja tambang.***









