Infoacehtimur.com, Aceh Timur – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyatakan bahwa pembangunan jembatan di Aceh Timur dan Aceh Utara sangat mendesak. Warga masih mengandalkan rakit untuk menyeberangi sungai di kedua kabupaten itu, termasuk anak-anak yang harus menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Ini sangat berisiko dan membutuhkan kebijakan cepat dari pemerintah pusat agar masyarakat bisa menyeberangi sungai dengan aman,” ujar Mualem, Jumat, 16 Januari 2026.
Menurutnya, baru jembatan di jalur nasional yang sudah dibenahi, sekitar 60 persen sudah teratasi. Tinggal jembatan antarkecamatan dan antardesa yang belum diperbaiki.
Baca Juga: Warga Resah, Jembatan Rusak 23 Meter Sudah 3 Tahun Tidak Kunjung Diperbaiki
Mualem berharap pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait pembangunan infrastruktur, dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jembatan. Supaya Aceh bisa pulih secara menyeluruh.
Sementara itu, Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen akan dibangun permanen setelah terputus akibat banjir bandang pada November 2025. Konstruksi rencananya akan dimulai pada 20 Januari 2026.

