Infoacehtimur.com | Internasional – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan peran pemimpin agama semakin penting sebagai suara hati nurani dan benteng kewarasan di tengah konflik serta krisis kemanusiaan global yang kian memburuk.
Pernyataan itu disampaikan Anwar saat meresmikan Sidang Kemuncak Pemimpin Agama Antarabangsa Ke-3 Tahun 2026 di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur KLCC, Jumat 12/6/2026. Sultan Perak Sultan Nazrin Muizzuddin Shah turut berangkat hadir dalam acara tersebut.
Anwar menilai masyarakat dunia tidak boleh sepenuhnya menyerahkan nasib manusia kepada pemimpin politik. Menurutnya, pemimpin agama wajib tampil memengaruhi pemangku kepentingan agar keputusan politik tetap berpijak pada nilai moral dan etika.
“Peranan pemimpin agama kekal lebih relevan berbanding sebelum ini kerana mereka mewakili suara hati nurani, kewarasan, kesabaran dan toleransi yang semakin berkurangan dalam dunia hari ini,” kata Anwar dalam sembah ucapan perasmian.
Baca Juga: Dua Warga Aceh Ditembak di Perairan Malaysia
Dalam pidatonya, Anwar menyoroti kondisi dunia saat ini. Ia menyebut pendekatan multilateral semakin diganti tindakan unilateral. Perang dan pembunuhan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, dianggap biasa.
Golongan miskin dan terpinggir juga terus tersisih ketika dunia berhadapan dengan berbagai cabaran global yang kompleks.
“Dunia hari ini berdepan keadaan yang tidak menentu, rumit dan penuh kekaburan yang menguji kebijaksanaan, ketahanan serta hati nurani kita bersama,” ujarnya.
Sidang Kemuncak Pemimpin Agama Antarabangsa Ke-3 2026 di KLCC mempertemukan tokoh agama dari berbagai negara. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk menguatkan peran agama dalam meredakan konflik dan menjaga toleransi.

