Ia menyatakan Pemkab berkomitmen mempercepat penyaluran agar masyarakat terdampak segera memiliki hunian yang layak dan aman.
“Kami terus melakukan percepatan proses penyaluran dana stimulan rumah rusak kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membantu warga kembali memiliki hunian yang layak dan aman,” kata Al-Farlaky.
Bupati juga mengimbau penerima manfaat segera melengkapi persyaratan administrasi agar pencairan tahap berikutnya berjalan lebih cepat. Pemkab akan melakukan pendampingan dan pengawasan agar program berjalan sesuai ketentuan.
Dari 21 kecamatan penerima, Kecamatan Simpang Ulim mencatat jumlah penerima terbesar dan realisasi tertinggi. Wilayah itu memiliki 720 unit RR dan 591 unit RS, dengan realisasi RR 100 unit dan RS 50 unit melalui BSI Pante Bidari.
Kecamatan Pante Bidari memiliki 451 unit RR dan 609 unit RS, realisasi RR 4 unit dan RS 41 unit. Kecamatan Peureulak Barat memiliki 340 unit RR dan 186 unit RS, realisasi RR 65 unit dan RS 21 unit.
Untuk sejumlah kecamatan lain seperti Indra Makmur, Nurussalam, Darul Aman, Darul Ihsan, Serbajadi, Peureulak, Sungai Raya, Rantau Selamat, Birem Bayeun, dan Simpang Jernih, realisasi penyaluran belum tercatat hingga waktu update.
Pemkab Aceh Timur menargetkan seluruh dana stimulan tahap 1 dapat disalurkan sesuai jadwal sehingga ribuan warga terdampak bencana dapat segera memperbaiki rumahnya.

