Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan dari Personel TNI dari Koramil 20/Pante Bidari Kodim 0104/Aceh Timur, Polri dari Polsek Pante Bidari Polres Aceh Timur, BPBD Kabupaten Aceh Timur dan masyarakat kembali melakukan pencarian korban tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo, tepatnya di di Desa Buket Bata, Pante Bidari, Aceh Timur, Selasa (17-05-2022) pagi.
Danramil 20/Pb Kapten Arh Syafari menyampaikan bahwa saat ini Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan masyarakat masih melakukan pencarian korban tenggelam di DAS Arakundo.
Dari pencarian sejak tenggelamnya korban hingga saat ini masih belum diketemukan. Tim SAR gabungan dengan menggunakan perahu karet (LCR) menyusuri DAS Arakundo. Dan kami berharap, semoga korban segera ditemukan,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa DAS Arakundo, kembali memakan korban, Senin (16/5) sekira pukul 17:45. Kali ini, korban yang masih berstatus pelajar itu hilang saat berlomba menyeberangi sungai di Desa Buket Bata, Pante Bidari, Aceh Timur.
Korban bernama Muhammad Farhan, 16, pelajar asal Meunasah Tunong, Pante Bidari, Aceh Timur. Anak kedua dari pasangan Usman – Inawati itu tenggelam saat menyeberangi DAS Arakundo, bersama empat rekan seusianya. Diperkirakan, korban tenggelam ke dasar DAS Arakundo.
Nasrul, teman korban kepada masyarakat dan aparat desa setempat mengatakan, Muhammad Farhan, bersama tiga rekannya saat itu sedang berenang menyeberangi DAS Arakundo, dari arah Gampong Buket Bata ke arah Gampong Meunasah Tunong.
Baca Juga:
- Jalan Peureulak – Lokop Tertutup Total! Longsor Di Gunung Mancang Buat Lalu Lintas Terputus
- Kabar Gembira: 13 Nelayan Aceh Timur Dibebaskan Di Thailand, Pemerintah Aceh Kawal Pemulangan
- Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Kembali Terbakar, 4 Armada Damkar Diterjunkan
- Ibrahim Ali: Voli Aceh Timur Borong Tiga Tiket Pora Aceh Jaya Di Jantho
- Diduga Kompor Lupa Dimatikan, Rumah Warga Blang Jambee Julok Hangus Bersama Tabungan Belasan Juta
Saat itu, keempatnya sepakat berlomba untuk mencapai pinggir. Tiba-tiba Nasrul melihat Muhammad Farhan, seperti hendak tenggelam. Lalu Nasrul bersama dua rekannya mencoba membantu dan menolong. “Tapi semakin kami bantu dan pegang erat tangannya malah semakin tertarik ke bawah,” ujar Nasrul.
Dalam keadaan panik, lalu Nasrul melepaskan tangan Muhammad Farhan. Lalu teman-temannya berlari dan menyampaikan informasi itu ke orang tua Muhammad Farhan.


