Close Menu
    info terkini

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
      • DPRK Aceh Timur
    • Nasional
      • Beasiswa
    • Internasional
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > PERAN GURU DALAM MEMBIMBING SANTRI MENJADI HAFIZH/HAFIZAH
    Opini

    PERAN GURU DALAM MEMBIMBING SANTRI MENJADI HAFIZH/HAFIZAH

    RedaksiDecember 30, 2021
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Oleh : Ahmad Rian (Pendidikan Bahasa Arab Institut IAIN Langsa)

    DALAM pengertian kehidupan masyarakat, guru ngaji adalah seseorang yang atas kesadaran tinggi dan panggilan suci bersedia mewakafkan diri menjadi seorang guru Al-Qur’an. Pada awalnya, guru ngaji adalah seseorang yang secara spesifik membimbing ” bagaimana membaca Al-Qur’an yang benar ”.

    Namun, pada kenyataanya, guru ngaji tidak sekedar itu, tetapi juga membimbing insan yang belajar (santri semua usia) untuk mengerti apa saja mengenai urusan agama Islam, dari mulai cara shalat hingga merawat jenazah.

    Dalam perkembangannya, masyarakat juga menjadikan guru ngaji menjadi sosok yang diharapkan mampu memberikan alternatif dan jalan keluar dalam berbagai persoalan masyarakat (problem solver). Pendidikan untuk mencetak anak menjadi ” pembaca Al-Qur’an yang mahir serta berakhlak mulia ” bertumpu pada pundak guru ngaji.

    Pada awal 1990-an, performa guru ngaji berubah menjadi guru ngaji yang memiliki perencanaan yang sangat baik. Ini sebagaimana umumnya manajemen yang sudah kita kenal dan lebih terorganisasi dengan baik meskipun peran dan tanggung jawab guru Al-Quran tidak berubah seperti dahulu.

    Melihat realitas kehidupan ini, sesungguhnya guru ngaji ahirnya adalah agen perubahan bagi masyarakat. Setiap orang yang ingin dirinya atau putra-putrinya mampu membaca Al-Qur’an dan berakhlak mulia, maka ” guru ngaji-lah yang akan bertandang ” mengerjakan kewajiban tersebut. Tidak jarang orang tua murid yang mengatakan kepada guru ngaji, ”Ustad, mohon dibimbing anak saya ini. Saya ingin dia menjadi anak saleh, jangan seperti saya tidak bisa membaca Al-Qur’an”. Jadi, hampir pasti tidak satu pun orang tua kecuali menghendaki agar anak keturunannya menjadi anak yang baik dan larinya kepada guru ngaji.

    Peran sentral guru ngaji ini semakin lama semakin diperlukan seiring era dan perkembangan zaman. Dalam suatu penelitian pada 1980 yang dilakukan Departemen Agama RI (sekarang Kemenag) dinyatakan bahwa turun dan naiknya kualitas spiritual dan mengaji Al-Qur’an di negeri ini ada di tangan guru ngaji. Kondisi tersebut hingga sekarang masih sama.

    Pada era dan zaman apa pun, guru ngaji berperan seperti itu. Kalaupun kemasan dan istilahnya berubah, esensinya tetap sama. Melihat posisi peran yang sedemikian penting, kita tidak bisa diam. Kita harus berbuat bagaimana menyiapkan guru ngaji yang memadai untuk realitas kebutuhan masyarakat  tersebut.

    Alhamdulillah, BPTQ Muwahhidin Gp. Jawa Belakang, Langsa dalam gerakan dakwahnya focus mengambil peran ini. Tiada detik dan waktu kecuali mengadakan upgrade atau pembinaan dan pendampingan guru ngaji (atau guru Al-Qur’an). Pembinaan ini diharapkan agar kualitas mereka semakin baik seiring dengan kondisi tantangan dan perkembangan zamanya.

    Foto Ketika anak-anak santri sedang pengajian tahfizh
    Komitmen: (1) Mampu memberikan dorongan semangat belajar serta mengarahkan santri menjadi anak yang baik. Memberi contoh yang baik (uswatun hasanah) kepada santri baik perkataan maupun perbuatan. Tidak mempermasalahkan khilafiyah, perbedaan metode mengaji, ataupun hal lain yang dapat mengurangi nilai ukhuwah Islamiah. Berakhlak mulia dan rajin ibadah, terutama ibadah mahdloh. Selalu mendoakan santri, wali santri, sesama ustad, dan lembaganya.
    Kompetensi:

    Mampu melafalkan huruf Al-Qur’an sesuai makhraj-nya. Bacaan Al-Quran tartil. Menguasai teori tajwid dasar dan musykilat-ghorib. Mampu menulis Arab dasar (kalimat) dengan benar. Menguasai materi keislaman, terutama yang menyangkut materi yang ditargetkan dalam kurikulum. Mempunyai metode dan pendekatan yang baik terhadap santri serta mempunyai kreativitas cukup.
    Semoga Allah menggerakkan kesadaran semua insan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan dan rujukan utama dan pertama menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur. (Ust. Fadhil Ramadhan).

    IAIN Langsa Mahasiswa Menulis Opini Mahasiswa
    Highlights

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    zakariaFebruary 1, 2026

    Infoacehtimur.com | Aceh – Team Suree Swimming Club Aceh Timur berhasil memborong 9 medali pada…

    Haji Ruslan Daud Pimpin DPW Partai PKB Aceh

    February 1, 2026

    Gaza Kembali Dibombardir Israel, Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Dipertanyakan

    February 1, 2026
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    INFO this WEEK

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026

    BNN Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu di Aceh Timur

    January 28, 2026

    Warga Keude Keumuneng Idi Tunong Suarakan Kinerja Buruk Keuchik Periode 2019-2025

    January 28, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    Terkini

    Team Suree Swimming Club Borong Medali di Muslim Ayub Swimming Champion Cup II

    February 1, 2026
    Terpopuler

    Dua KK dalam Satu Keluarga Apakah dapat RUMAH,Ini Jawaban TEGAS BUPATI ACEH TIMUR !!

    January 27, 2026669
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.