Di sisi konsumsi, penjualan ritel tumbuh 1,1 persen pada September 2026 yoy, meningkat dari 0,4 persen pada Agustus dan menjadi yang tercepat sejak Maret 2026.
Ekspor teknologi dan produk hijau meningkat
Perdagangan luar negeri tetap menjadi penopang utama. Ekspor melonjak 36,3 persen pada September 2026 yoy, kenaikan terbesar sejak awal 2021. Ekspor ke AS bahkan naik 39,6 persen yoy.
Lonjakan didorong produk terkait kecerdasan buatan (AI), termasuk semikonduktor dan komponen elektronik, serta produk teknologi hijau seperti baterai.
Surplus perdagangan China tercatat 938,1 miliar dollar AS sepanjang Januari-September 2026, naik dari 875,1 miliar dollar AS tahun sebelumnya. China berpeluang mencetak rekor baru surplus tahunan.
Sejauh ini Beijing berupaya meredakan ketegangan dagang. Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat memperpanjang gencatan tarif hingga Januari 2027 dan menyepakati pengurangan tarif untuk barang senilai 60 miliar dollar AS. Keduanya diperkirakan bertemu lagi pada KTT APEC di Shenzhen, November 2026.
Sementara China dan Uni Eropa mencapai kesepakatan awal perdagangan pada Oktober 2026, mencakup pembatasan ekspor kendaraan hibrida China ke Uni Eropa dan peningkatan akses pasar.
Pemerintah genjot permintaan domestik
Pemerintah China menetapkan peningkatan permintaan domestik sebagai prioritas pada 2026. Pada September 2026, pemerintah mengumumkan stimulus terbatas, termasuk subsidi KPR bagi pembeli rumah pertama dan penurunan suku bunga.
IMF dalam World Economic Outlook Oktober 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China 2026 menjadi 4,5 persen dari 4,6 persen, dan 2027 menjadi 4 persen dari 4,1 persen.
Halaman Selanjutnya

