Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Seorang petugas sosial, Taufiq Hidayat, mengungkap kasus exclusive error atau ketidaksesuaian data desil dengan kondisi nyata di lapangan. Kasus ini menimpa Muhammad Syakirin, warga Desa Merbo 2, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Dalam video yang diunggah, Taufiq menjelaskan bahwa Muhammad Syakirin tercatat dalam data sebagai warga desil 8+, kategori ekonomi menengah ke atas. Padahal, kondisi riilnya jauh dari sejahtera.
“Kenyataannya tidak sesuai. Beliau punya MCK yang tidak layak, rumah berdinding triplek dengan atap daun rumbia atau daun nipah, lantai masih tanah, dan dapur berada di teras dengan bahan bakar kayu,” jelas Taufiq dalam video.
Taufiq melakukan verifikasi dan validasi Ground Check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (GC PBIJK) pada 21 April 2026. Ia menyebut kasus ini sebagai exclusive error: desil tidak sesuai kenyataan.
“Desil tidak sesuai kenyataan. Semoga setelah kita verifikasi dan validasi GC PBIJK ada perubahan desilnya,” ujarnya.
Perlu diketahui, perubahan data perlu dilakukan secepatnya karena berkaitan langsung dengan kondisi asli warga. Terlebih, ada kebijakan pemerintah yang kini membatasi pembayaran bantuan kesehatan sesuai kategori desil di Provinsi Aceh. Jika data tidak akurat, warga miskin justru bisa kehilangan hak atas bantuan kesehatan.
Kasus Muhammad Syakirin menjadi contoh pentingnya pemutakhiran data kesejahteraan sosial. Tanpa validasi lapangan, warga yang seharusnya dibantu justru bisa terhapus dari daftar penerima karena salah kategori.
