Bireun | Aceh Kembali mendapat tamu tak diundang untuk kesekian kalinya yaitu rohingya, Kali ini Kapal yang menampung mereka sebanyak 114 orang dan imigran terdampar di bibir pantai Bireuen, Aceh.
Sebanyak 114 orang mereka terdiri dari 58 pria, 21 wanita dan 35 anak-anak berada di Pengungsi Rohingya ini kini telah ditempatkan di Pengungsian sementara, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen Aceh.
Panglima laot Bireun mengatakan kepada awak media mereka telah tiba semalam tanpa bantuan dari siapapun.
Baca Juga:
- Rapat Satgas Pengawasan TKD, Iskandar Desak BPSDM Aceh Segera Lakukan Penyaluran Beasiswa: Birokrasi Bukan Hambatan
- Dokumen 2016: PT Bumi Flora Kantongi Izin Lingkungan Untuk HGU Tenyata Diteken Bupati Rocky
- SPX Express Buka Rekrutmen Besar-besaran di Aceh, Lowongan Tersedia Banyak
- Polres Langsa Gagalkan Penyelundupan 46,6 Kg Sabu Jaringan Internasional, Satu Kurir Ditangkap di Aceh Timur
- Pengaspalan Jalan Kota Idi Rayeuk Dimulai, Pemkab Aceh Timur Tambah Anggaran Rp1 Miliar
“Semalam pukul 02.00 WIB mereka masuk sendiri nggak dibantu masyarakat sampai bibir pantai supaya kapal tidak tenggelam, baru dibantu,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin. Minggu (6/3/2022).
Badruddin mengatakan kapal para imigran Rohingya tersebut terdampar di pantai kawasan Kuala Raya, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka. Masyarakat setempat disebut kaget mengetahui ‘manusia perahu’ tiba di kampung mereka.
“Mereka datang dengan boat besar, sama kayak boat-boat sebelumnya,” kata Badruddin.
Badruddin menyebut pihaknya juga sudah melaporkan kedatangan para imigran tersebut pihak berwenang. Informasi tersebut juga disampaikan ke UNHCR.
Tak lama setelah mereka tiba, tim gabungan TNI/Polri serta pihak terkait datang di lokasi. Badruddin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan keberadaan Rohingya itu ke berbagai pihak.
“UNHCR juga sudah dilaporkan. Mereka akan datang ke lokasi,” ujarnya.***

