Bireun | Aceh Kembali mendapat tamu tak diundang untuk kesekian kalinya yaitu rohingya, Kali ini Kapal yang menampung mereka sebanyak 114 orang dan imigran terdampar di bibir pantai Bireuen, Aceh.
Sebanyak 114 orang mereka terdiri dari 58 pria, 21 wanita dan 35 anak-anak berada di Pengungsi Rohingya ini kini telah ditempatkan di Pengungsian sementara, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen Aceh.
Panglima laot Bireun mengatakan kepada awak media mereka telah tiba semalam tanpa bantuan dari siapapun.
Baca Juga:
- Kecelakaan Tabrakan di Darul Aman, Menambah Angka Laka di Aceh Timur, Tercatat 90 Kasus dalam 2 Bulan
- Kapolres Aceh Timur: Ulama Bukan Sekadar Mitra Kamtibmas, Tapi Guru Kami!
- Longsor Tutup Jalan Peureulak-Lokop di Bukit Mancang, Ambulans Bawa Pasien Rujukan Terpaksa Putar Balik
- Nekat! Maling Kabel Tower HT di Markas Polisi Aceh Timur, KBO Satlantas Dipukul Pakai Batu Hingga Berdarah
- Nyawa Dipertaruhkan! Pohon Maut di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh Dibiarkan Lapuk, BPBD Aceh Timur Bungkam
“Semalam pukul 02.00 WIB mereka masuk sendiri nggak dibantu masyarakat sampai bibir pantai supaya kapal tidak tenggelam, baru dibantu,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin. Minggu (6/3/2022).
Badruddin mengatakan kapal para imigran Rohingya tersebut terdampar di pantai kawasan Kuala Raya, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka. Masyarakat setempat disebut kaget mengetahui ‘manusia perahu’ tiba di kampung mereka.
“Mereka datang dengan boat besar, sama kayak boat-boat sebelumnya,” kata Badruddin.
Badruddin menyebut pihaknya juga sudah melaporkan kedatangan para imigran tersebut pihak berwenang. Informasi tersebut juga disampaikan ke UNHCR.
Tak lama setelah mereka tiba, tim gabungan TNI/Polri serta pihak terkait datang di lokasi. Badruddin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan keberadaan Rohingya itu ke berbagai pihak.
“UNHCR juga sudah dilaporkan. Mereka akan datang ke lokasi,” ujarnya.***

