Bireun | Aceh Kembali mendapat tamu tak diundang untuk kesekian kalinya yaitu rohingya, Kali ini Kapal yang menampung mereka sebanyak 114 orang dan imigran terdampar di bibir pantai Bireuen, Aceh.
Sebanyak 114 orang mereka terdiri dari 58 pria, 21 wanita dan 35 anak-anak berada di Pengungsi Rohingya ini kini telah ditempatkan di Pengungsian sementara, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen Aceh.
Panglima laot Bireun mengatakan kepada awak media mereka telah tiba semalam tanpa bantuan dari siapapun.
Baca Juga:
- Hadiri Muzakarah ke-9 di Dayah Abu Keude Dua, Bupati Al-Farlaky: Ulama dan Umara Harus Berjalan Bersama
- HRD dan DPC PKB Aceh Timur Hadiri Muzakarah Ulama ke-9 di Dayah Abu Wahab Keude Dua
- Makmurkan Masjid & Mempererat Ukhuwah, Wakil Bupati Hadir dan Dukung Safari Subuh di Darul Ihsan
- Akurasi Data dan Konsistensi Jadi Kunci Pemulihan Ekosistem Sawah Pasca Bencana Hidrometeorologi
- Pendekatan Holistik Untuk Menyembuhkan Luka Lingkungan Hidup Akibat Dampak Illegal Drilling di Aceh Timur
“Semalam pukul 02.00 WIB mereka masuk sendiri nggak dibantu masyarakat sampai bibir pantai supaya kapal tidak tenggelam, baru dibantu,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin. Minggu (6/3/2022).
Badruddin mengatakan kapal para imigran Rohingya tersebut terdampar di pantai kawasan Kuala Raya, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka. Masyarakat setempat disebut kaget mengetahui ‘manusia perahu’ tiba di kampung mereka.
“Mereka datang dengan boat besar, sama kayak boat-boat sebelumnya,” kata Badruddin.
Badruddin menyebut pihaknya juga sudah melaporkan kedatangan para imigran tersebut pihak berwenang. Informasi tersebut juga disampaikan ke UNHCR.
Tak lama setelah mereka tiba, tim gabungan TNI/Polri serta pihak terkait datang di lokasi. Badruddin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan keberadaan Rohingya itu ke berbagai pihak.
“UNHCR juga sudah dilaporkan. Mereka akan datang ke lokasi,” ujarnya.***

