Bireun | Aceh Kembali mendapat tamu tak diundang untuk kesekian kalinya yaitu rohingya, Kali ini Kapal yang menampung mereka sebanyak 114 orang dan imigran terdampar di bibir pantai Bireuen, Aceh.
Sebanyak 114 orang mereka terdiri dari 58 pria, 21 wanita dan 35 anak-anak berada di Pengungsi Rohingya ini kini telah ditempatkan di Pengungsian sementara, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen Aceh.
Panglima laot Bireun mengatakan kepada awak media mereka telah tiba semalam tanpa bantuan dari siapapun.
Baca Juga:
- Pakai Senpi Dinas Rampok Toko Emas, Kapolda: Saya Mohon Maaf Kepada Rakyat Aceh
- Jeunala Jameun Gelar Haul Kesultanan Aceh Darussalam ke-519, Usulkan 23 Juli Jadi Hari Lahir Kesultanan Aceh
- Lagi-Lagi Modus Penipuan WhatsApp, Nama Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur Zulfahmi, S.H. Dicatut
- Panitia P2K Ajak Putra-Putri Terbaik Gampong Peukan Idi Cut Maju sebagai Calon Keuchik
- Lansia 72 Tahun Meninggal Diduga Korban Tabrak Lari di Peureulak Timur, Mobil Innova Hitam Melarikan Diri
“Semalam pukul 02.00 WIB mereka masuk sendiri nggak dibantu masyarakat sampai bibir pantai supaya kapal tidak tenggelam, baru dibantu,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin. Minggu (6/3/2022).
Badruddin mengatakan kapal para imigran Rohingya tersebut terdampar di pantai kawasan Kuala Raya, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka. Masyarakat setempat disebut kaget mengetahui ‘manusia perahu’ tiba di kampung mereka.
“Mereka datang dengan boat besar, sama kayak boat-boat sebelumnya,” kata Badruddin.
Badruddin menyebut pihaknya juga sudah melaporkan kedatangan para imigran tersebut pihak berwenang. Informasi tersebut juga disampaikan ke UNHCR.
Tak lama setelah mereka tiba, tim gabungan TNI/Polri serta pihak terkait datang di lokasi. Badruddin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan keberadaan Rohingya itu ke berbagai pihak.
“UNHCR juga sudah dilaporkan. Mereka akan datang ke lokasi,” ujarnya.***

