Infoacehtimur.com – Julok memiliki 37 desa di dalam empat kemukiman. Secara geografis, Kecamatan Julok berbatasan dengan Kecamatan Nurussalam di Timur, berbatasan dengan Simpang Ulim di Barat dan berbatasan dengan Indra Makmu di Selatan serta berbatasan dengan perairan Selat Malaka di Utara.
Sebelumnya, Julok dipimpin Adnan, S.Ag lebih dari 7 tahun. Dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, S.Hi, MSi, tampuk kepemimpinan dipercayakan pada putra Idi Cut yakni, H. Muhammad Ishak.
Pria berusia 43 tahun ini sebagaimana diketahui, dilantik sebagai Camat Julok pada Senin, 30 Maret 2026. Sebagai Camat Julok yang baru sepekan ini langsung ‘gercep’ memanfaatkan berbagai momentum dengan menggelar rapat bersama pejabat di kantor camat dan para staf serta seluruh para keuchik. Hal itu dilakukan untuk mengenal lingkungan kerja agar ke depan lebih adaptif.
Baca Juga: Khidmat Pemilihan Ketua Forum Keuchik, Camat Julok Sampaikan Beragam Arahan
Meskipun belum seutuhnya mengenal desa dan aparat desa, namun hari ketujuh masuk kerja, H. Muhammad Ishak langsung melakukan pengecekan progres Hunian Sementara (Huntra) disejumlah titik, Rabu (8/4) pagi, seperti di Desa Labuhan. Didampingi Sekretaris Desa (Sekdes), alumni IAIN Sumut ini melihat berbagai sudut bangunan Huntara yang dikerjakan pihak vendor.
Dalam rapat dengan para Keuchik di Julok, mantan Camat Peunaron itu menegaskan agar pendataan korban banjir tahap kedua tidak boleh terlambat. Jika ada data-data yang masih tertinggal dan luput dari pendataan tahap pertama, maka segera diberikan ke kecamatan untuk diteruskan ke BPBD Kabupaten Aceh Timur di Idi, terutama data korban banjir bandang.

Sebelumnya, H. Muhammad Ishak ini menjabat sebagai Camat Peunaron sejak 24 September 2024 hingga 30 Maret 2026. Selama mengabdi di daerah pedalaman, ayah dari Hafidhah, Tazkia dan Syakira ini kerap menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan hingga dua jam dari Idi Cut ke Peunaron. Bahkan ketika banjir bandang melanda Peunaron, Muhammad Ishak nekat menginap dalam suasana gelap malam hari di kantor camat demi percepatan pendataan korban banjir saat itu, sehingga Peunaron tergolong cepat dalam mengirimkan laporannya ke Bupati Aceh Timur melalui Posko Bencana BPBD.
Dedikasi dan pengabdiannya telah dibuktikan dengan menyukseskan tahapan awal penanganan tanggap darurat bencana banjir November 2025 lalu
Sebelum banjir melanda Aceh, H. Muhammad Ishak juga diberikan amanah tambahan oleh Bupati Alfarlaky menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Camat Ranto Peureulak selama tiga bulan sejak 24 September – 24 Desember 2025. Dalam perjalanan, dua kecamatan dipimpinnya dilanda banjir dengan kerusakan parah yang luar biasa, baik rumah yang rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
Selama menjabat sebagai Camat Peunaron, pria yang dikenal aktivis masjid ini melahirkan program-program inovatif dalam mendukung visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur di Peunaron. Bahkan H. Muhammad Ishak, telah mengunjungi seluruh dusun dalam desa-desa di Kecamatan Peunaron. Tak sedikit, berbagai persoalan sosial dan permohonan pembangunan disampaikan warga secara terbuka saat kunjungan kerja ke dusun.
Tidak khawatir gagal, mantan Kasubbag Humas Setdakab Aceh Timur ini juga nekat melahirkan Posko Pengaduan Konflik Satwa Liar di Kantor Kecamatan Peunaron.
Bahkan program tersebut bisa dikatakan perdana dilakukan seorang camat di Aceh, sehingga Muhammad Ishak mendapatkan sejumlah penghargaan dari lembaga peduli lingkungan dan dinobatkan sebagai Camat Konservasi di Aceh.
Camat dengan Golongan Kepangkatan Pembina TK.1/IVB itu juga fokus mendampingi berbagai Bunda PAUD Peunaron, Ny. Raudhatul Jannah. Sehingga Bunda PAUD Peunaron tahun lalu meraih Juara I dalam Ajang Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan Se-Kabupaten Aceh Timur dan Juara II Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025.
Sebelum menjabat Camat Julok, Muhammad Ishak menjabat sebagai Camat Peunaron dan dilantik oleh Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah Ridha. Kehadirannya ke Peunaron saat ini menjadi tantangan berat, karena dia dihadapkan dengan suasana Pilkada 2024 yakni Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Alhasil, Kecamatan Peunaron secara menyeluruh menang telak Paslon AZAN (Alfarlaky – Zainal) sebagai Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur dan Mualem – Dek Fad sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh.
Hanya doa dan dukungan penuh yang diharapkan dari masyarakat untuk membangun Julok ke depan dibawah keridhaan Allah SWT. “Mari kita membangun kecamatan ini dari desa. Jika desa terbangun, maka otomatis kecamatan juga akan terbangun,” ajak H. Muhammad Ishak. (*)